Record Detail
Advanced SearchText
Gereja Persekutuan dalam Budaya Ngada-Flores: Dari Woe-Sa'o Ngaza Menuju Sa'o Dewa
Dalam konteks kehidupan menggereja di Indonesia, eklesiologi merupakan aspek penting yang perlu dikaji secara mendalam, terutama mengingat realitas masyarakat yang sarat dengan kekayaan budaya dan tradisi. Salah satu komunitas yang relevan untuk diteliti adalah persekutuan masyarakat Ngada di Flores, khususnya dalam lingkup woe-sa’o ngaza. Komunitas ini tidak hanya memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan identitas kultural masyarakat Ngada, tetapi juga menampilkan dinamika penghayatan iman Katolik yang terjalin erat dengan budaya lokal. Interaksi antara keduanya membentuk cara orang Ngada memaknai iman serta membangun relasi dalam kehidupan sehari-hari. Gereja Persekutuan dalam Budaya Ngada-Flores tidak menawarkan teori dogmatis yang mengawang-awang di menara gading. Buku ini adalah sebuah 'teologi dair bawah' yang berani berdialog dengan realitas keseharian, memurnikan residu feodalisme dan kekerasan, kesetaraan gender dan merayakan transformasi ruang adat sa'o ngaza menjadi Sa'o Dewa (Rumah Allah) yang sejati. Di rumah inilah identitas kultural dan iman kekatolikan melebur secara utuh 100% Katolik, 100% Ngada.
Availability
| 21248 | 230 Lin g | Perpustakaan STFT | Available |
| 21249 | 230 Lin g | Perpustakaan S-2 | Available |
Detail Information
| Series Title |
-
|
|---|---|
| Call Number |
230 Lin g
|
| Publisher | : Malang., 2026 |
| Collation |
xvi + 155hlm; 15,5x23cm
|
| Language |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
62-669-5996-056
|
| Classification |
230
|
| Content Type |
-
|
| Media Type |
-
|
|---|---|
| Carrier Type |
-
|
| Edition |
-
|
| Subject(s) | |
| Specific Detail Info |
Ekstrak Disertasi
|
| Statement of Responsibility |
-
|
Other version/related
No other version available






