Image of Dignitas Infinita: Deklarasi tentang Martabat Manusia

Text

Dignitas Infinita: Deklarasi tentang Martabat Manusia



Tiga bagian awal Deklarasi ini mengingatkan kembali prinsip dasar dan premis teoretis untuk memberikan klarifikasi penting yang dapat membantu menghindari kebingungan yang sering terjadi seputar penggunaan istilah “martabat manusia”. Bagian keempat menyajikan beberapa situasi terkini dan persoalan dimana martabat setiap manusia yang sangat besar dan tidak apat dicabut kurang diakui secara memadai. Kecaman terhadap pelanggaran-pelanggaran berat dan aktual terhadap martabat manusia merupakan tindakan yang perlu dilakukan, karena Gereja memupuk keyakinan mendalam bahwa iman tidak dapat dipisahkan dari pembelaan martabat manusia, evangelisasi untuk mempromosikan kehidupan yang bermartabat, dan spiritualitas dari komitmen terhadap martabat setiap umat manusia. Martabat setiap manusia ini dapat dipahami sebagai sesuatu yang “tidak terbatas” (dignitas infinita), sebagaimana ditegaskan Paus Santo Yohanes Paulus II dalam pertemuan bagi orang-orang yang hidup dengan berbagai keterbatasan atau disabilitas untuk menunjukkan bagaimana martabat manusia melampaui semua penampilan luar dan aspek-aspek tertentu dari kehidupan masyarakat. Dalam Fratelli Tutti, Paus Fransiskus ingin menggarisbawahi bahwa martabat ini ada “melampaui segala keadaan”. Bapa Paus mengajak semua orang untuk membela martabat manusia dalam setiap konteks budaya dan setiap momen keberadaan manusia, terlepas dari kekurangan fisik, psikologis, sosial, atau bahkan moral. Deklarasi ini berupaya untuk menunjukkan bahwa ini adalah kebenaran universal yang memanggil kita semua untuk mengakuinya sebagai kondisi mendasar bagi masyarakat kita untuk menjadi Masyarakat yang benar-benar adil, damai, sehat, dan manusiawi. Deklarasi ini tidak bertujuan untuk membahas topik yang begitu kaya dan krusial. Sebaliknya, tujuannya adalah untuk menawarkan beberapa poin refleksi yang dapat membantu kita mempertahankan kesadaran akan martabat manusia di tengah momen sejarah yang kompleks yang kita jalani. Hal ini agar kita tidak tersesat, sebaliknya agar kita membuka diri terhadap lebih banyak luka dan penderitaan yang mendalam di tengah banyaknya kekhawatiran dan kegelisahan di zaman kita.


Availability

21232262.91 Gul dPerpustakaan STFTAvailable
21233262.91 Gul dPerpustakaan STFTAvailable

Detail Information

Series Title
Seri Dokumen Gerejawi No.141
Call Number
262.91 Gul d
Publisher Dep. Dokpen KWI : Jakarta.,
Collation
71hlm; 15x22cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
262.91
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility

Other version/related

No other version available




Information


RECORD DETAIL


Back To PreviousXML DetailCite this