<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2254">
 <titleInfo>
  <title>Munir, Sebuah Kitab Melawan Lupa</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Pramodhawardani, Jaleswari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Mizan Pustaka</publisher>
   <dateIssued>2004</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>lix + 548hlm; 13 x 20,5cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bangsa Indonesia sering di tuduh sebagai bangsa pelupa lupa atas dosa-dosa masa lalu, kekerasan-kekerasan masa lalu, dan berbagai penyimpangan masa lalu. Salah satu anak bangsa yang tidak pernah jenuh mengingatkan kita semua agar kita tidak pelupa adalah (almarhum) Munir. Dengan sikap dan perjuangannya, Munir mencoba mempertahankan ingatan kita dan secara bersamaan juga melakukan perlawanan terhadap lupa. Munir bukanlah pribadi yang sempurna meski dimana-mana di sanjung sebagai pejuang kemanusiaan. Namun, ada juga kalangan yang mengatakan, Munir tidak mempunyai cinta pada negara, semangat nasionalismenya telah hilang. Menanggapi hujatan tersebut, Munir balik mengatakan, yang tidak memiliki semangat nasionalisme adalah para pejabat yang korup dan gemar menindas rakyat, wartawan yang mau menerima suap untuk menutupi kebusukan negara, serta petinggi militer yang menyuat jatah makan prajurinya. Pendeknya, Cak Munir menolak bila disebut tak memiliki semangat nasionalisme.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>biografi (Munir)</topic>
 </subject>
 <classification>923.6</classification>
 <identifier type="isbn">9794333794</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>923.6 Pra m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">12195</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>923.6 Pra m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Munir%252C_Sebuah_Kitab_Melawan_Lupa.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2254</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-26 11:07:36</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>