Image of Shengxiu sebagai Kenosis Ekstensial: Studi Teologi yang Dihayati (lived Theology) di Komunitas Donglu, Zhili Utara (kini Provinsi Hebei) China, Akhir Dinasti Qing - Awal Republik

Text

Shengxiu sebagai Kenosis Ekstensial: Studi Teologi yang Dihayati (lived Theology) di Komunitas Donglu, Zhili Utara (kini Provinsi Hebei) China, Akhir Dinasti Qing - Awal Republik



Disertasi ini mengkaji dinamika iman komunitas Katolik di Donglu, Hebei, dalam konteks sejarah kolonial, konflik religius, dan negosiasi identitas gerejawi di China modern. Secara historis, komunitas ini berbentuk melalui interaksi kompleks antara misionaris Vinsensian, perlindungan agama Prancis pada abad ke-19, serta pengalaman traumatis Pemberontakan Boxer. Dalam situasi tersebut, umat Donglu tidah hanya mempertahankan iman mereka melalui struktur institusional Gereja, tetapi juga melalui praktik-praktik religius yang tertanam dalam memori kolektif, devosi, dan relasi komunitas. Penelitian ini berupaya memahami bagaimana pengalaman penghinaan, penderitaan, dan marginalisasi tersebut ditafsirkan secara teologis oleh komunitas setempat. Penulis menggunakan pendekatan multidipliner yang memadukan analisis historis, penelitian kualitatif, dan hermeneutika poskolonial yang dibaca melalui lensa kenosis eksistensial. Data diperoleh dari arsip misi, kronik konflik religius, kesaksian Pemberontakan Boxer, ikonografi religius, serta wawancara semi terstruktur dengan anggota komunitas Katolik Donglu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa identitas Katolik di Donglu berkembang melalui negosiasi berkelanjutan antara kekuatan kolonial, otoritas negara, dan praktik religius lokal. Dalam konteks ini muncul suatu bentuk artikulasi iman yang khas yang disebut shengxiu, yaitu bentuk keberadaan iman Kristen yang ditandai oleh kesetiaan relasional kepada Allah di tengah penghinaan sosial dan ketidakpastian sejarah. Shengxui mengekspresikan spiritualitas kenotik yang menafsirkan penderitaan sebagai partisipasi dalam pengosongan diri Kristus sebagaimana diungkapkan dalam himne kenosis Flp. 2:6-11. Disertasi ini beragumen bahwa pengalaman historis dan praktik religius komunitas Donglu merupakan suatu locus theologicus, tempat refleksi teologis lahir dari pengalaman iman yang dihidupi. Kontribusi utama disertasi ini terletak pada pengembangan hermeneutika kenotik yang bersumber dari pengalaman iman komunitas lokal.


Availability

2003012230 Bin sPerpustakaan STFTAvailable

Detail Information

Series Title
-
Call Number
230 Bin s
Publisher STFT Widya Sasana : Malang.,
Collation
xxi + 238hlm; 21x28cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
230
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility

Other version/related

No other version available




Information


RECORD DETAIL


Back To PreviousXML DetailCite this