<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2197">
 <titleInfo>
  <title>Narasi Loke Nggerang dan Relevansinya dengan Kesadaran Gender di Manggarai</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syukur, Paulus Petrus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="Pembimbing">
  <namePart>1. 	Merry Teresa Sri Rejeki, Lic,Th</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>x + 133hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Budaya patriarki sebagai sumber diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan. Semangat dan idealisme dangkal patriarki meresapi segala kebiasaan, dan memenuhi lingkungan budaya dengan perasaan superioritas laki-laki. Laki-laki mengklaim diri sebagai penguasa dan perempuan adalah bawahannya. Segala sesuatu yang berhubungan dengan tata aturan, kebiasaan, ditata seturut kemauan laki-laki sementara perempuan dipaksa untuk menaatinya. Perempuan dalam budaya patriarki tunduk pada kekuasaan kaum lelaki dan kekerasan terhadap perempuan mendapat pembenaran. Kasus inilah yang tampak dalam narasi klasik tentang Loke Nggerang dalam kebudayaan Manggarai dan keseluruhan kultur dan habitusnya. Narasi Loke Nggerang tidak hanya meninggalkan kesan dramatis tetapi juga menampilkan sebuah pesan pembebasan untuk perempuan Manggarai sekarang ini. Narasi ini memuat makna historisitas kebudayaan, represi budaya patriarki, sekaligus menunjukkan keberadaan perempuan dalam sistem patrilineal Manggarai. Narasi Nggerang secara eksplisit mengubah mentalitas individu serta masyarakat yang memaklumkan praktek kekerasan terhadap perempuan dalam budaya patriarki. Nggerang merupakan subyek perubahan, tokoh pembebasan yang menunjukkan otonomi individu, sekaligus insan masa lalu yang merajut dan merencanakan perubahan perempuan dari situasi penindasan kultural ke arah pembebasan. Narasi ini secara terang-terangan mengkritik wacana budaya yang mengagungkan penderitaan serta memuliakan sikap kekerasan terhadap perempuan. Prilaku Nggerang menjadi salah satu kekuatan yang menggerakan sekaligus menjiwai pergolakan kaum perempuan Manggarai dewasa ini.</note>
 <subject authority="">
  <topic>kebudayaan Flores</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2015</topic>
 </subject>
 <classification>959.86</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>959.86 SYU n</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">11.062</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>959.86 Syu n</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2197</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>