<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2191">
 <titleInfo>
  <title>Nasihat dan Tegoran sebagai Ungkapan Kasih terhadap Sesama (Suatu Eksegese dan Refleksi Teologis atas Mat 18:</title>
  <subTitle>15-20)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. FX. Didik Bagiyowinadi, Lic</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Welly, Florensius</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>vi + 115hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tindakan menasihati dan menegor semakin menjadi hal yang langka untuk dilakukan di dalam hidup persekutuan umat beriman. Orang semakin bertahan dalam keegoisannya dengan tidak lagi melihat sesamanya sebagai saudara. Ia cenderung memperhatikan kepentingan dan kebaikan dirinya sendiri tanpa mempedulikan sesamanya yang melakukan kesalahan serta pelanggaran. Ia lebih memilih untuk diam dan tidak mau mengingatkan, sehingga sesamanya terus jatuh dalam kesalahan. Ironisnya lagi, orang lebih suka menjadikannya sebagai bahan pembicaraan di muka umum. Tentu saja hal ini sama sekali tidak menyelesaikan persoalan yang ada, malahan menjadi akar dari dendam, kebencian dan kesakitan hati. Fenomena ini memperlihatkan bahwa kasih yang terungkap dalam nasihat dan tegoran tidak lagi menjadi dasar dalam kehidupan bersama. Tema Nasihat dan Tegoran Sebagai Ungkapan Kasih Terhadap Sesama didasarkan pada teks Mat 18:15-20. Teks ini berisi khotbah Yesus tentang tata cara menasihati maupun menegor kesalahan sesama. Dalam teks ini, Yesus menunjukkan bahwa tindakan menasihati dan menegor itu merupakan tindakan kasih yang menyelamatkan saudara seiman dari perbuatan dosa. Pendalaman tentang tema ini dilakukan melalui eksegese dan refleksi teologis atas Mat 18:15-20.</note>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2015</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Alkitab-PB-Matius</topic>
 </subject>
 <classification>226.207</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>226.207 WEL n</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">11.026</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>226.207 Wel n</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2191</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>