<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="20957">
 <titleInfo>
  <title>Teologi Kemartiran Sosial:</title>
  <subTitle>teologi kemartiran Origenes untuk umat beriman Paroki Joannes Baptista Parung, Keuskupan Bogor</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Edison R.L. Tinambunan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jatmiko, Nikasius</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang;</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi; 369hlm: 21x30cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kemartiran adalah salah satu dari tugas panca Gereja. Tugas ini muncul didasarkan pada perintah Yesus untuk menjadi saksiNya di dunia. Secara etimologi, kata martir artinya bersaksi, witness, testimonium. Kesaksian rasuli awal berkaitan tentang Yesus yang menderita, wafat dan bangkit. Kristianitas awal memahami kemartiran dengan menumpahkan darah. Tertulianus memotivasi iman orang kristiani dengan semboyan'darah martir adalah benih iman kristiani'. Oleh karena itu, orang-orang berlomba-lomba menjadi martir seperti Yesus sendiri menumpahkan darah, termasuk Origenes. Awalnya Origenes ingin menjadi seorang martir seperti ayahnya, namun cita-citanya tidak tercapai. Maka Origenes memperbaharui konsep kemartiran yang bisa digunakan sampai saat ini. Ia meredifinisikan makna kemartiran. Bagi Origenes, kemartiran mempunyai dimensi spiritual yang diterjemahkan sebagai 'the cup of salvation' dan 'glorifikasi'. Cara kemartiran ini tidak harus dilakukan dengan menumpahkan darah. Berangkat dari pemikiran Origenes, kemartiran diterjemahkan dalam kehidupan iman di Paroki Joannes Baptista Parung, Keuskupan Bogor. Hermeneutika fenomenologis Paul Ricouer membedah pemaknaan kemartiran secara baru. Pembaruan makna kemartiran menghidupi semangat iman sesuai dengan perkembangan zaman. Dalam konteks ini, hermeneutika fenomenologis membantu pengalaman umat Paroki Parung memaknai nilai kemartiran saat ditolak keberadaannya. Pengalaman mempertahankan iman menelurkan nilai kemartiran baru. Dulu, kemartiran mendompleng kekuasaan, politik, dan agama. Kini nilai kemartiran  melebar pada kehidupan sosial. Semua itu berangkat dari pemikiran Origenes. Sementara Paul Ricouer membedah makna kemartiran secara baru dan kontekstual. Pengalaman umat paroki Joannes Baptista menghadapi para penolak keberadaan Gereja menampilkan nilai kemartiran. Ada paralelisme antara Origenes dan Umat Parung saat menghayati kemartiran. Keduanya menampilkan  kegigihan iman tanpa harus menumpahkan darah. Pengalaman iman umat Parung itu melahirkan Teologi Kemartiran Sosial.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Teologi</topic>
 </subject>
 <classification>230</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>230 Jat t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">1903012</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>230 Jat t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>20957</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-09-17 08:59:28</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-17 10:13:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>