<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="20906">
 <titleInfo>
  <title>Berkatekese Berbasis AI:</title>
  <subTitle>Strategi dan Praktik untuk Meningkatkan Pengajaran Iman</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Komisi Kateketik KWI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Santo, Fransiskus Emanuel da</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Candra, Herwindo</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Kanisius</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>375hlm; 15,5x23cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa transformasi signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan iman Katolik. Gereja Katolik tidak dapat mengabaikan potensi dan tantangan AI dalam katekese. Buku Berkatekese Berbasis AI menganalisis integrasi AI dalam katekese dari perspektif teologis, pastoral, dan etis, dengan merujuk pada dokumen Gereja terkini, seperti: Antiqua et Nova (2025), Rome Call for AI Ethics (2020), dan Catechism of the Catholic Church. Tujuannya, memberikan kerangka pemikiran kritis bagi pembaca untuk memahami bagaimana AI dapat menjadi alat yang melayani pewartaan iman, tanpa mengorbankan nilai-nilai inti Katolik. Integrasi AI dalam ranah katekese Katolik merepresentasikan paradigma baru yang menantang dikotomi konvensional antara tradisi dan inovasi. Dalam konteks eklesial kontemporer, upaya adaptasi merupakan manifestasi dari prinsip aggiornamento yang dicanangkan Konsili Vatikan II, bukanlah sekadar respons pragmatis terhadap tuntutan zaman. Pada Hari Komunikasi Sosial sedunia (2024) Paus Fransiskus menegaskan bahwa 'AI tidak akan pernah bisa menggantikan kebijaksanaan hati manusia'. Ia mendesak umat manusia untuk memupuk kebijaksanaan hati di era kecerdasan buatan (AI). 'Bagaimana kita bisa tetap menjadi manusia seutuhnya dan membimbing transformasi budaya ini untuk mencapai tujuan yang baik?' tanya Paus. Semoga buku ini membantu kita agar tidak kehilangan arah dan kebijaksanaan, yang ada sebelum teknologi modern muncul, dapat kembali kepada kita. Kebijaksanaan dapat membantu kita 'menempatkan sistem kecerdasan buatan untuk melayani komunikasi manusia sepenuhnya'. Semoga buku ini makin memperkaya kita dalam menggerakkan dan mengembangkan karya Katekese di tengah umat beriman di Indonesia.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>katekese</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Teknologi informasi</topic>
 </subject>
 <classification>268.6</classification>
 <identifier type="isbn">9789792184228</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>268.6 Kom b</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">21089</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>268.6 Kom b</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Berkatekese_Berbasis_AI.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>20906</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-09-11 08:39:58</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-11 09:55:19</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>