<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="20863">
 <titleInfo>
  <title>Penghormatan Martabat Perempuan Pekerja Migran Indonesia di Hongkong ditinjau dari Perspektif Fratelli Tutti Artikel 22-24</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Yustinus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Antonius Sad Budianto, M.A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hasa, Patris</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii + 73hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini membahas masalah dan pelanggaran terhadap martabat kaum Perempuan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) di Hongkong dan upaya penghormatannya berdasarkan perspektif dokumen ensiklik Fratelli Tutti yang dikeluarkan oleh Paus Fransiskus tahun 2020 terutama berfokus pada artikel 22–24. Berdasarkan Data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia menunjukkan bahwa mayoritas Perempuan Pekerja Migran Indonesia bekerja di sektor informal dan menghadapi berbagai bentuk persoalan atau masalah seperti kekerasan, baik fisik, psikis, maupun seksual. Penelitian ini menggunakan metode seperti wawancara studi literatur, metode kualitatif, termasuk dengan narasumber sebagai informasi data yang akurat berdasarkan situasi dengan berpengalaman dalam pendampingan Perempuan Pekerja Migran Indonesia. Dokumen Fratelli Tutti, yang dikeluarkan oleh Paus Fransiskus, menekankan pentingnya penghormatan martabat manusia, kesetaraan gender, dan solidaritas sosial. Dalam konteks ini, perempuan dilihat sebagai individu yang memiliki martabat yang setara dengan laki-laki dan harus bebas dari segala bentuk eksploitasi yang merugikan membahayakan sesama. Maka dalam penelitian ini juga menyoroti bahwa Gereja Katolik dan Negara Indonesia memiliki peran penting dalam menjamin perlindungan dan pemberdayaan Perempuan Pekerja Migran Indonesia. Langkah-langkah konkret seperti edukasi, advokasi, perlindungan hukum, pembangunan komunitas, dan pelayanan pastoral menjadi bagian dari strategi penghormatan martabat. Dengan demikian berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa penghormatan terhadap martabat Perempuan Pekerja Migran Indonesia tidak hanya menjadi kewajiban moral dan sosial, tetapi juga merupakan panggilan iman yang mendesak bagi semua pihak, khususnya dalam konteks Gereja dan negara.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Wanita</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2025</topic>
 </subject>
 <classification>305.42</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>305.42 Has p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">21.031</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>305.42 Has p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_2023.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>20863</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-09-04 09:09:53</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-04 09:39:57</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>