<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="20849">
 <titleInfo>
  <title>Makna Kesatuan dalam Perkawinan Adat Hel Keta:</title>
  <subTitle>Tinjauan Kritis dalam Terang Kitab Hukum Kanonik Kanon 1055</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Alphonsus Tjatur Raharso</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Yohanes Endi, S.S., Lic.IC.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Keno, Alexander</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii + 129hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Secara kodrati, manusia hidup dan berkembang dalam lingkungan budaya. Dalam setiap budaya, tersimpan nilai-nilai spiritual termasuk nilai-nilai iman. Skripsi ini membahas tentang beberapa aspek kesamaan antara budaya hel keta dan pandangan Gereja Katolik mengenai makna kesatuan dalam perkawinan. Untuk menemukan titik temu antara keduanya, penulis menelaah lebih dalam berbagai aspek yang berkaitan dengan kesatuan dalam perkawinan, baik yang terdapat dalam budaya hel keta maupun dalam ajaran Gereja Katolik. Dalam konteks budaya hel keta, tradisi ini berfungsi sebagai sarana penyatuan dua individu dalam ikatan suami-istri. Lebih dari itu, bagi masyarakat Timor Dawan, hel keta juga memiliki makna simbolik sebagai bentuk rekonsiliasi antara sub-sub suku yang pernah terlibat dalam konflik. Melalui praktik ini, mereka mengangkat sumpah agar keturunan masing-masing dapat saling menikah. Bagi masyarakat Timor Dawan, hel keta dianggap sebagai elemen penting dan mendasar dalam prosesi perkawinan yang berperan menyatukan seorang laki-laki dan perempuan dalam hubungan pernikahan. Sementara itu, dalam ajaran Gereja Katolik sebagaimana tercantum dalam Kanon 1055, kesatuan dalam perkawinan dipahami sebagai buah dari persekutuan hidup antara suami dan istri. Kesatuan ini dimaknai sebagai komitmen antara seorang laki-laki dan seorang perempuan untuk membangun kehidupan bersama secara menyeluruh, bersifat total, eksklusif, dan tak terpisahkan sebagai pasangan suami-istri.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>perkawinan Kristen</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2025</topic>
 </subject>
 <classification>248.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>248.4 Ken m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">21.080</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>248.4 Ken m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_2023.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>20849</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-09-01 10:03:40</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-04 09:09:36</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>