<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="20822">
 <titleInfo>
  <title>Eksplorasi Konsep Ketuhanan Hyang Piumung Suu Dayak Maanyan dalam Kerangka Teori Animisme Edward Burnett Tylor</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Sermada Kelen Donatus, M.A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mariano, Andreas</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Yohanes Endi, S.S., Lic.IC.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xv + 147hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhadap semakin tergerusnya nilai-nilai budaya lokal akibat pengaruh globalisasi dan modernisasi, khususnya dalam masyarakat Suku Dayak Maanyan. Fokus kajian diarahkan pada eksplorasi konsep ketuhanan Hyang Piumung Jaya Pakuluwi dalam kepercayaan kaharingan yang dianut oleh masyarakat Maanyan, dan bagaimana konsep tersebut dipahami dalam kerangka teori animisme yang dikembangkan oleh Edward Burnet Tylor. Kajian ini bertujuan untuk menggali makna ketuhanan yang hidup dalam tradisi lisan dan praktik spiritual masyarakat Maanyan serta membandingkannya secara kritis dengan pendekatan teoritis dari Tylor sebagai salah satu tokoh utama dalam antropologi agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan wawancara. Data dikumpulkan melalui literatur yang membahas tentang suku Dayak Maanyan, kepercayaan kaharingan, serta teori animisme, dan diperkuat oleh wawancara dengan tiga tokoh spiritual perempuan Maanyan (wadian) yang memiliki otoritas dalam menyampaikan pemahaman tentang Hyang Piumung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Hyang Piumung tidak sekadar mencerminkan bantuk kepercayaan animistik sebagaimana dijelaskan Tylor, melainkan memperlihatkan suatu pemahaman kosmologis yang kompleks dan reflektif terhadap relasi antara manusia, alam, dan Yang Ilahi. Temuan ini menggarisbawahi perlunya pengharapan yang lebih dalam terhadap cara-cara lokal dalam memahami ketuhanan, sekaligus membuka ruang dialog antara teori-teori ilmiah Barat dan kebijaksanaan asli nusantara. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam upaya pelestarian warisan budaya sekaligus memperkaya khazanah pemikiran teologis dan antropologis di Indonesia.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>filsafat ketuhanan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2025</topic>
 </subject>
 <classification>212</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>212 Mar e</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">21.028</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>212 Mar e</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_2023.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>20822</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-23 10:30:43</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-08 10:30:04</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>