Record Detail
Advanced SearchText
Moderasi Beragama Menurut Etika Franz Magnis Suseno dan Relevansinya Bagi Indonesia
Moderasi beragama harus dimengerti sebagai keseimbangan untuk mampu menghayati keyakinan sendiri dengan baik dan penghormatan terhadap keyakinan sesama. Karena dengan moderasi beragama mampu membawa seseorang untuk terhindar dari sikap ekstrem dalam beragama, fanatik, dan konservatif yang berlebihan. Di sisi lain, dengan adanya moderasi beragama seseorang memiliki sikap yang terbuka, menghormati sesamanya, mampu menerima perbedaan serta hidup dalam dialog yang baik. Menurut Franz Magnis Suseno, sikap moderat dalam berkeyakinan adalah bentuk keterbukaan dan penerimaan sepenuh hari terhadap orang lain, meskipun berbeda latar belakang agama, suku, budaya, maupun golongan. Tulisan ini membahas konsep etika moderasi beragama melalui perspektif Franz Magnis Suseno serta relevansinya dalam konteks kehidupan beragama di Indonesia. Moderasi beragama merupakan pendekatan yang menekankan sikap adil, toleran, dan menolak ekstremisme dalam praktik beragama. Dalam pandangan Franz Magnis-Suseno prinsip-prinsip etika kehidupan bersama dan penghargaan terhadap martabat manusia serta tanggung jawab moral menjadi fondasi penting dalam membangun relasi antarumat beragama.Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi pustaka sebagai acuan utamanya. Metodenya yaitu menggali pemikiran-pemikiran Franz Magnis Suseno sebagai tokoh publik agama yang paham tentang etika bangsa Indonesia. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif untuk semakin mendalami pentingnya moderasi beragama ditengah kemajemukan bangsa Indonesia. Tujuan dari tulisan yaitu menggali lebih dalam pentingnya moderasi beragama di tengah situasi negara yang majemuk dan memiliki pluralitas yang tinggi. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip etis moderasi beragama yaitu prinsip dialog, toleransi, solidaritas, dan prinsip kesejahteraan umum membawa setiap orang untuk bisa saling menghargai dan menghormati dalam perbedaan. Di sisi lain, etika hidup bersama juga semakin memberi pemahaman kepada semua orang untuk terbuka terhadap sesama yang lain.
Availability
| 21.026 | 210.1 Ren m | Perpustakaan STFT | Available |
Detail Information
| Series Title |
-
|
|---|---|
| Call Number |
210.1 Ren m
|
| Publisher | STFT Widya Sasana : Malang., 2025 |
| Collation |
xi + 117hlm: 21,5x28cm
|
| Language |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Classification |
210.1
|
| Content Type |
-
|
| Media Type |
-
|
|---|---|
| Carrier Type |
-
|
| Edition |
-
|
| Subject(s) | |
| Specific Detail Info |
-
|
| Statement of Responsibility |
-
|
Other version/related
No other version available






