<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="20821">
 <titleInfo>
  <title>Moderasi Beragama Menurut Etika Franz Magnis Suseno dan Relevansinya Bagi Indonesia</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Pius Pandor, Lic.Phil</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rengat, Irenius Selsus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Mathias Jebaru Adon, S.Fil, M.Fil</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi + 117hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Moderasi beragama harus dimengerti sebagai keseimbangan untuk mampu menghayati keyakinan sendiri dengan baik dan penghormatan terhadap keyakinan sesama. Karena dengan moderasi beragama mampu membawa seseorang untuk terhindar dari sikap ekstrem dalam beragama, fanatik, dan konservatif yang berlebihan. Di sisi lain, dengan adanya moderasi beragama seseorang memiliki sikap yang terbuka, menghormati sesamanya, mampu menerima perbedaan serta hidup dalam dialog yang baik. Menurut Franz Magnis Suseno, sikap moderat dalam berkeyakinan adalah bentuk keterbukaan dan penerimaan sepenuh hari terhadap orang lain, meskipun berbeda latar belakang agama, suku, budaya, maupun golongan. Tulisan ini membahas konsep etika moderasi beragama melalui perspektif Franz Magnis Suseno serta relevansinya dalam konteks kehidupan beragama di Indonesia. Moderasi beragama merupakan pendekatan yang menekankan sikap adil, toleran, dan menolak ekstremisme dalam praktik beragama. Dalam pandangan Franz Magnis-Suseno prinsip-prinsip etika kehidupan bersama dan penghargaan terhadap martabat manusia serta tanggung jawab moral menjadi fondasi penting dalam membangun relasi antarumat beragama.Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi pustaka sebagai acuan utamanya. Metodenya yaitu menggali pemikiran-pemikiran Franz Magnis Suseno sebagai tokoh publik agama yang paham tentang etika bangsa Indonesia. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif untuk semakin mendalami pentingnya moderasi beragama ditengah kemajemukan bangsa Indonesia. Tujuan dari tulisan yaitu menggali lebih dalam pentingnya moderasi beragama di tengah situasi negara yang majemuk dan memiliki pluralitas yang tinggi. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip etis moderasi beragama yaitu prinsip dialog, toleransi, solidaritas, dan prinsip kesejahteraan umum membawa setiap orang untuk bisa saling menghargai dan menghormati dalam perbedaan. Di sisi lain, etika hidup bersama juga semakin memberi pemahaman kepada semua orang untuk terbuka terhadap sesama yang lain.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>filsafat agama</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2025</topic>
 </subject>
 <classification>210.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>210.1 Ren m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">21.026</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>210.1 Ren m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_2023.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>20821</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-23 09:48:34</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-27 10:20:15</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>