<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="20806">
 <titleInfo>
  <title>Pembangkangan Sipil dalam Filsafat Politik Henry David Thoreau</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Pius Pandor, Lic. Phil</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kencana, Julio Purba</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Matias Jebaru Adon, S. Fil, M. Fil</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi + 88hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Skripsi ini membahas konsep pembangkangan sipil menurut Henry David Thoreau dan relevansinya dalam konteks sosial-politik di Indonesia. Thoreau, dalam esainya Civil Disobedience, menekankan pentingnya tindakan individu dalam menolak hukum atau kebijakan negara yang tidak adil. Ia menyatakan bahwa moralitas dan hati nurani harus lebih diutamakan daripada ketaatan buta terhadap hukum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka terhadap karya-karya utama Thoreau seperti Civil Disobedience, Walden, dan The Journal of Henry David Thoreau. Selain itu, digunakan juga analisis terhadap literatur sekunder yang berkaitan dengan pembangkangan sipil dan filsafat politik modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangkangan sipil bukanlah tindakan anarkis, melainkan bentuk perlawanan moral yang bertanggung jawab terhadap ketidakadilan. Dalam konteks Indonesia, di mana praktik ketidakadilan dan penyalahgunaan kekuasaan masih sering terjadi, gagasan Thoreau sangat relevan untuk membangun kesadaran kritis masyarakat terhadap kebijakan negara yang menindas. Skripsi ini menyimpulkan bahwa pembangkangan sipil dapat menjadi instrumen perubahan sosial yang efektif, asalkan dilakukan secara damai dan berlandaskan moral. Pemikiran Thoreau membuka ruang bagi masyarakat untuk menegaskan kembali peran aktifnya sebagai subjek dalam kehidupan bernegara yang adil dan manusiawi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Filsafat politik</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2025</topic>
 </subject>
 <classification>172</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>172 Ken p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">21.036</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>172 Ken p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_2023.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>20806</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-22 09:52:45</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-27 11:20:14</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>