<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="19866">
 <titleInfo>
  <title>Pilgrimage of Life:</title>
  <subTitle>Ziarah Kehidupan</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Meko, Fritz</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Pohon Cahaya</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>255hlm; 12,5x17cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tidak ada hidup yang mengarah ke masa lalu. Setiap orang yang memiliki rasa optimis, senantiasa berusaha untuk mengatur pengalaman hidup mereka menjadi sebuah cerita yang bermakna. Dan mereka akan mengarahkan hidup menuju suatu masa depan yang baik dan sejahtera. Dalam ziarah hidup, selalu ada rasa sakit dan cinta. Keduanya menggulirkan kita dalam hari-hari hidup yang kita jalani, sama seperti seekor kura-kura yang jatuh berguling menuruni bukit pasir di pinggir pantai, menuju laut yang sejuk dan menghidupkan. Satu-satunya yang dapat kita lakukan adalah sabar tetapi tetap mengarah ke jalan ilahi karena kita akan menemukan kesejukan dan harapan untuk tetap berjuang dalam hidup ini. Orang yang rendah hati tidak akan merasa hebat ketika berdiri di atas ketinggian dan tidak merasa hina ketika berada di bawah. Dan orang yang bersyukur tidak akan merasa sombong di atas kelimpahan dan tidak akan merasa tidak berarti di dalam kekurangan. Maka, rendah hati dan bersyukur adalah kunci untuk menikmati hidup dengan rileks tanpa merasa tersiksa karena warna hidup yang selalu berubah-ubah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>hidup kekristenan</topic>
 </subject>
 <classification>248.4</classification>
 <identifier type="isbn">9786024911331</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>248.4 Mek p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">20895</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>248.4 Mek p</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">20896</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>248.4 Mek p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Pilgrimage_of_Life.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>19866</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-25 09:56:23</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-25 09:57:08</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>