<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="19770">
 <titleInfo>
  <title>Makna Tradisi Ritus Hudoq Masyarakat Dayak Bahau di Kalimantan Timur dalam Perspektif Victor Turner</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Alphonsus Tjatur Raharso</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Sermada Kelen Donatus, M.A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Baylon, Steviano Alyanro</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xiii + 135hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebudayaan merupakan fondasi dari tradisi-tradisi yang memengaruhi nilai, norma, dan makna dalam kehidupan manusia. Tradisi bukan hanya sekadar aspek budaya, namun juga menjadi fondasi bagi kelangsungan hidup dan keberhasilan manusia dalam menghadapi tantangan kehidupan. Dalam masyarakat Dayak Bahau di Kalimantan Timur, ritus Hudoq dianggap sebagai salah satu ritual adat yang penting, terutama dilakukan setelah proses menugal atau menanam padi. Ritual Hudoq tidak hanya bermakna sebagai upaya memohon berkah atas hasil panen yang melimpah, namun juga sebagai ungkapan rasa syukur dan penghormatan terhadap alam. Hal ini menjadikan ritus Hudoq sebagai bagian integral dari identitas budaya masyarakat Dayak Bahau. Dalam tulisan ini, penulis bertujuan untuk menggali makna yang lebih dalam dari ritus Hudoq, selain dari aspek-aspek yang telah disebutkan sebelumnya. Pendekatan pemaknaan ritus Hudoq akan dilakukan dengan merujuk pada perspektif Victor Turner dalam memahami ritus dan simbol-simbol kebudayaan. Melalui karya tulis ini, diharapkan pembaca dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai tradisi Hudoq serta masyarakat Dayak Bahau secara keseluruhan, termasuk nilai-nilai dan praktik budaya mereka. Lebih dari itu, penulis juga berupaya untuk&#13;
menegaskan pentingnya melestarikan tradisi dan kebudayaan sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kebudayaan Dayak</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2024</topic>
 </subject>
 <classification>959.84</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>959.84 Bay m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">20.046</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>959.84 Bay m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_2023.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>19770</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-04 10:34:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-10 09:09:01</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>