<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="19759">
 <titleInfo>
  <title>Disensus Menurut Jacques Ranciero dan Relevansinya Bagi Pengembangan Civil Society di Indonesia</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Robertus Wijanarko, Ph.D</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Pius Pandor, Lic. Phil</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Putro, Albertus Agung Cahyo</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>x + 104hlm: 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fokus tulisan ini adalah memahami dan mendeskripsikan konsep disensus menurut Jacques Ranciere. Disensus dalam perspektif Ranciere mempunyai makna mendalam dalam khazanah pemikiran politik kontemporer. Konsep disensus menjadi alternatif pemikiran dalam dunia politik kontemporer yang menekankan konsep konsensus (kesepakatan). Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode deskriptif analitis konteksusal. Pokok-pokok gagasan disensus dituliskan secara sederhana dengan mengacu pada terjemahan bahasa Inggris dari tulisan-tulisan Ranciere serta tulisan-tulisan para penanggapnya. Unsur-unsur dasar dalam konsep disensus diuraikan dan dianalisis satu per satu dalam tulisan ini sehingga terjalin keutuhan ide-idenya. Dengan konsep disensusnya, Ranciere memberikan kritik terhadap sistem politik yang tidak memberi ruang untuk mereka yang lemah dan tersingkir. Ranciere mendeskripsikan bahwa identitas politik yang sejati memiliki unsur disensus (ketidaksepakatan). Melalui tulisannya, Ranciere mendorong terjadinya emansipasi dalam sistem politik sehingga semua pribadi yang terlibat dalam masyarakat bisa mewujudkan tata hidup bersama. Oleh sebab itu, konsep disensus Ranciere dapat menjadi pemantik untuk mengembangkan kekuatan civil society dalam tatanan hidup berbangsa dan bernegara. Fenomena politik di Indonesia menjadi latar belakang dan konteks utama penulisan ini. Pada tulisan ini ditemukan bahwa disensus dapat mengembangkan civil society dalam dinamika kehidupan berdemokrasi di Indonesia. Pendidikan politik dan pemahaman tentang disensus menguatkan peran masyarakat sipil Indonesia untuk berani menjadi penyeimbang melawan kekuasaan yang cenderung sewenang-wenang dan sistem pasar yang rakus.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>demokrasi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2024</topic>
 </subject>
 <classification>321.8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>321.8 Put d</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">20.020</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>321.8 Put d</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_2023.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>19759</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 10:23:29</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-10 10:39:39</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>