<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="19757">
 <titleInfo>
  <title>Konsep Kebebasan Michael Sandel dan Sumbangannya terhadap Hak Individu</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Robertus Wijanarko, Ph.D</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Antonius Sad Budianto, M.A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Gabur, Didimus Aryanto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xii + 140hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Konsep kebebasan yang dicetuskan Michael Sandel menjadi landasan penting untuk memahami hak pribadi dalam masyarakat modern. Sebagai seorang filsuf politik terkemuka, Sandel menawarkan pandangan yang mengelaborasi kebebasan individu dengan tanggung jawab sosial yang mendalam. Michael Sandel melihat kebebasan sebagai hak pribadi yang fundamental. Meskipun demikian ia tetap memberi penekanan khusus pada keterkaitannya dengan masyarakat. Kontribusinya yang paling signifikan dari konsep kebebasan adalah penolakan terhadap kebebasan absolut yang sering kali mengesampingkan pertimbangan sosial. Fenomena yang seringkali terjadi dalam masyarakat modern adalah perilaku absurd yang mengatasnamakan kebebasan. Atas nama kebebasan manusia dapat bertindak sesuka hati yang berpotensi melanggar hak dari individu lainnya. Penyalahgunaan kebebasan menyebabkan dan memunculkan ketimpangan sosial yang ekstrim. Ketimpangan ini kemudian melahirkan segala bentuk ketidakadilan dalam kehidupan masyarakat. Sandel berasumsi bahwa hak pribadi merupakan bagian integral dari kontrak sosial yang lebih besar. Hak pribadi tidak hanya menjadi hak tanpa tanggung jawab melainkan harus dijalankan dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap keadilan sosial. Pemikirannya menciptakan jembatan antara kebebasan individu dan kewajiban sosial yang kemudian membentuk landasan yang kuat untuk membentuk masyarakat yang adil. Dalam menggarap skripsi ini, penulis menggunakan metodologi studi kepustakaan terhadap beberapa sumber yang berkaitan dengan konsep kebebasan. Terutama penulis menggunakan metode analisis kritis filosofis. Sumber utama yang penulis gunakan adalah tulisan-tulisan Michael Sandel terutama Justice: What’s the Right Thing to Do, The Tyranny of Merrit, dan Liberalism and the Limmit of Justice. Selain sumber-sumber ini penulis juga menggunakan beberapa bacaan lain yang relevan dengan tema yang digarap dalam skripsi ini. Dengan memahami kontribusi konsep kebebasan Michael Sandel kita dapat menggali makna yang lebih dalam berkaitan dengan kebebasan individu serta menghormati hak pribadi tanpa mengabaikan kewajiban terhadap masyarakat. Kontribusi besar Michael Sandel dapat dirangkum dalam empat poin penting yakni, pertama: hak pribadi yang secara inheren terkandung dalam kebebesan mesti dilihat dan dimaknai dalam konteks sosial dan ketergantungan satu sama lain. Kedua: kebebasan seseorang selalu dibatasi oleh kebebebasan orang lain karena pertimbangan moral. Ketiga: konsep kebebasan yang dicetuskan Michael Sandel membantu untuk menyadarkan manusia bahwa kebebasan sejati bukan berarti bebas untuk bertindak sesuka hati melainkan harus didasari pada sikap solidaritas demi terciptanya keadilan sosial. Keempat: Konsep kebebasan Michael Sandel merupakan suatu kritik untuk sikap individualisme yang berlebihan yang seringkali ditampilkan di zaman modern ini.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Filsafat politik</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2024</topic>
 </subject>
 <classification>320.01</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>320.01 Gab k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">20.075</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>320.01 Gab k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_2023.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>19757</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-03 10:02:49</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-10 10:45:49</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>