<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="19749">
 <titleInfo>
  <title>Implementasi Dialog Interreligius sebagai Misi Gereja dalam Menjunjung Kebebasan Beragama Menurut Dokumen Dignitas Humanae</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Antonius Denny Firmanto, M.Pd</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Gregorius Pasi, Lic. Th</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Subiantoro, Teddy</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>x + 64hlm: 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebebasan dalam mengekspresikan iman atau beragama merupakan salah satu kebebasan yang dimiliki oleh setiap orang. Kebebasan itu bukanlah sesuatu yang mutlak karena perlu memperhatikan kebebasan orang lain. Munculnya tindakan kekerasan, diskriminasi atau bahkan pemaksaan untuk memeluk agama atau keyakinan tertentu merupakan suatu bentuk penyalahgunaan kebebasan tersebut. Berdasarkan situasi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Gereja Katolik berusaha mengatasi hal tersebut dengan mengimplementasikan dialog interreligius sebagai sarana dalam menjunjung tinggi kebebasan beragama. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan analisis kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gereja Katolik memandang kebebasan beragama sebagai hak asasi manusia yang fundamental dan berakar pada martabat manusia. Gereja Katolik mengakui bahwa setiap orang memiliki hak untuk menentukan dan memilih agama atau kepercayaannya tanpa adanya paksaan atau tekanan. Gereja Katolik juga menekankan pentingnya dialoh interreligius (dialog antar umat beragama) sebagai sarana untuk memperkaya pemahaman dan penghargaan terhadap keberagaman agama. Melalui dialog, setiap individu dapat saling belajar dan memperkaya pemahaman mereka tentang kebenaran dan nilai-nilai agama yang berbeda. Dialog yang dilakukan dengan baik juga dapat membantu dalam mengatas konflik dan membangun kerjasama dalam memecahkan masalah-masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat. Dengan demikian, dialog dalam Dokumen Dignitatis Humanae dipandang sebagai cara yang efektif untuk mengakui dan menghargai martabat manusia dan membangun hubungan yang harmonis antar umat beragama.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>dialog antar umat beragama</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2024</topic>
 </subject>
 <classification>291.172</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>291.172 Sub i</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">20.033</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>291.172 Sub i</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_2023.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>19749</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-09-02 10:06:45</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-10 11:12:55</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>