<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="19739">
 <titleInfo>
  <title>Sikap Gereja Terkait Fenomena Childfree Ditinjau dari Kitab Hukum Kanonik Kan. 1061 dan Implikasinya Bagi Kaum Muda yang Hendak Melangsungkan Perkawinan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Alphonsus Tjatur Raharso</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Yohanes Endi, Lic.IC</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kedang, Kristoforus Immanuel Magun</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>x + 96hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fenomena childfree, yaitu pasangan yang secara sadar memilih untuk tidak memiliki anak, telah menjadi tren yang semakin meningkat di masyarakat modern. Gereja Katolik, melalui Kitab Hukum Kanonik (KHK) Kan. 1061, memandang bahwa perkawinan secara kodrati diarahkan pada kelahiran dan pendidikan anak. Sikap Gereja ini berimplikasi pada anak muda Katolik yang hendak melangsungkan perkawinan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji sikap Gereja terkait fenomena childfree sebagai sikap yang bertentangan dengan hakikat perkawinan. Gereja menegaskan pentingnya keterbukaan pasangan terhadap kelahiran anak sebagai buah cinta dan kerjasama dengan Allah Pencipta. Kan. 1061 menyatakan bahwa sikap kodrati perkawinan adalah demi prokreasi dan Pendidikan anak. Implikasinya, anak muda Katolik yang hendak melangsungkan perkawinan perlu mempersiapkan diri untuk menerima anak sebagai anugerah dari Tuhan. Mereka diharapkan untuk membuka diri pada kehidupan baru dan siap mendidik anak-anak dalam iman Katolik. Gereja mendampingi pasangan muda melalui persiapan perkawinan untuk menghayati dan memahami panggilan suci perkawinan, termasuk menyambut kelahiran anak. Kesimpulannya, Gereja Katolik bersikap tegas menolak fenomena childfree karena dipandang bertentangan dengan hakikat perkawinan yang diarahkan pada prokreasi. Anak muda Katolik yang akan menikah diharapkan memahami dan menghayati ajaran ini, serta membuka diri pada anugerah kehidupan baru dalam perkawinan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>hukum perkawinan Katolik</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2024</topic>
 </subject>
 <classification>248.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>248.4 Ked s</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">20.013</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>248.4 Ked s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_2023.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>19739</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 12:30:49</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-10 11:53:29</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>