<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="19733">
 <titleInfo>
  <title>Tanggung jawab Manusia sebagai Warga Negara dan Sebagai Umat Allah (sebuah eksegese Alkitabiah berdasarkan Lukas 20:</title>
  <subTitle>20-26)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Yustinus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Abner Hubertus Sito, Lic.Th</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Loka, Eduardus Vianey</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>x + 66hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fokus tulisan ini ialah 'Tanggung Jawab Manusia Sebagai Warga Negara dan Sebagai Umat Allah, (Sebuah Eksegese Alkitabiah Berdasarkan Lukas 20:20-26)'. Teks Lukas 20:20-26 menyoroti perdebatan antara otoritas agama dan kekuasaan politik pada masa Yesus. Pajak yang menjadi perhatian utama, merupakan bentuk tanggung jawab warga negara terhadap pemerintah dan tanggung jawab spiritual terhadap Allah. Lukas menegaskan pentingnya memahami perbedaan antara kewajiban dunia dan kewajiban rohani, serta menjaga kesetiaan terhadap keduanya. Ini menggambarkan dinamika kompleks antara keberadaan manusia di dunia dan ketaatan spiritual. Hal ini juga menunjukkan bahwa kehidupan sebagai warga negara dan anak-anak Allah membutuhkan keseimbangan yang bijaksana antara kewajiban kepada negara dan kesetiaan kepada prinsip-prinsip moral agama. Konsep ini menimbulkan pertanyaan etis tentang bagaimana seseorang dapat menjalankan tanggung jawabnya dalam masyarakat modern yang kompleks dan sering kali tidak sesuai dengan prinsip-prinsip moral yang dipegang teguh. Teks Lukas 20:20-26 ini juga memiliki refleksi teologi yang mendalam tentang bagaimana manusia, sebagai warga negara dan pencari kebenaran spiritual, dapat berkontribusi secara positif dalam masyarakat sambil tetap setia pada nilai-nilai spiritual yang diyakini. Ini adalah panggilan untuk menjalani kehidupan yang bermakna dan bertanggung jawab di dunia ini sambil menjaga relasi yang kuat dengan Allah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Alkitab-PB-Lukas</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2024</topic>
 </subject>
 <classification>226.407</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>226.407 Lok t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">20.051</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>226.407 Lok t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_2023.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>19733</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 10:42:07</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-10 12:11:42</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>