<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="19727">
 <titleInfo>
  <title>Pembebasan di Tengah Realitas Hidup yang Menderita (analisis teks, tafsiran dan refleksi teologis atas Mazmur 130:</title>
  <subTitle>1-8)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Robert Pius Manik, Ph.D.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Gregorius Tri Wardoyo</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Alex, Deomedes</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>x + 85hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fokus pada karya tulis ialah melihat makna pembebasan di tengah realitas hidup yang menderita atas Mazmur 130:1-8. Mazmur 130:1-8 adalah sebuah mazmur dalam Alkitab yang menyatakan keluhan yang dinyanyikan oleh seorang pribadi dalam kegelapan, kesedihan dan keputusasaan. Di dalamnya terdapat ungkapan harapan dan kepercayaan pada TUHAN, sambil menunggu pembebasan dari penderitaan yang dialaminya. Di tengah realitas hidup yang menderita, pembebasan menjadi harapan umat manusia. Mazmur ini menggambarkan perasaan seorang yang tengah terjebak dalam situasi yang mencekam dan penuh ketidakpastian. Namun, di tengah keterpurukan ada harapan akan pembebasan. Dalam konteks manusia zaman ini, pembebasan masih menjadi topik yang relevan dan penting, karena manusia terus mengalami penderitaan dan kesulitan dalam hidupnya. Mazmur ini juga masih relevan bagi kehidupan masyarakat Indonesia dan gereja Katolik Indonesia di tengah hiruk pikuk perkembangan zaman saat ini, sebagai penginggat imannya akan TUHAN dalam menghadapi realitas hidup yang menderita. Mazmur ini menggambarkan bahwa TUHAN adalah sumber pengampunan dan pembebasan di tengah realitas hidup yang tak menentu. Mazmur 130:1-8 menyatakan pembebasan dan kedamaian di tengah realitas yang serba menyedihkan, serta mengajak agar percaya dan senantiasa berharap pada TUHAN dalam setiap situasi. Pembebasan dari hukuman atas dosa-dosanya, serta pembebasan dari penderitaan yang dialaminya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Alkitab-PL-Mazmur</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2024</topic>
 </subject>
 <classification>223.207</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>223.207 Ale p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">20.050</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>223.207 Ale p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_2023.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>19727</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 09:31:28</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-10 12:33:56</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>