<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="19066">
 <titleInfo>
  <title>Membaca Identitas:</title>
  <subTitle>Multirealitas dan Reinterpretasi Identitas (Suatu Tinjauan Filsafat dan Psikologi)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Suhardono, Edy</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Audifax</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Gramedia Pustaka Utama</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>XXXV + 654hlm; 15x23cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>How many roads must a man walk down? Before you call him a man? Bob Dylan mengajukan pertanyaan ini dalam lagu Blowin in the Wind yang ditulis dan dinyanyikan pada tahun 1963. Masalah ini menjadi masalah manusia tanpa kecuali. Bagaimana dan kapan kita bisa disebut manusia? Identitas apa yang menjadikan kita manusia? Buku ini mencoba menjawab pertanyaan tersebut dari berbagai sudut realitas berdasarkan penelitian psikologis dan filosofis. Buku ini berupaya mencari identitas dalam dinamika internal dan eksternal yang membentuk cara berpikir individu, salah satunya adalah politik identitas. Dasar pemikiran buku ini berkisar dari teori psikoanalisis, postsrukturalisme hingga realisme spekulatif. Pemikiran psikoanalisis melibatkan pemahaman mendalam tentang ketidaksadaran dan aspek jiwa manusia yang tak terlihat. Poststrukturalisme menggeledah struktur linguistik dan subjektivitas yang tidak stabil. Realisme spekulatif mengkritik pemikiran yang terlalu antroposentris serta mengeksplorasi hubungan antara manusia, alam, dan hal-hal lain. Nuansa fenomenologis dalam buku ini juga terasa kuat mengajak kita mencermati mana yang apa adanya dan mana yang ada apanya. Buku ini cocok untuk orang yang masih ingin mempertanyakan identitasnya agar tidak kehilangan kemanusiaannya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>psikologi, filsafat</topic>
 </subject>
 <classification>150.1</classification>
 <identifier type="isbn">9786020671802</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>150.1 Suh m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">20677</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>150.1 Suh m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Membaca_Identitas.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>19066</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-14 12:21:26</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-15 08:46:03</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>