<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18860">
 <titleInfo>
  <title>Moderasi Beragama dalam Terang Nostra Aetate Art 2 &amp; 3 dan Implikasinya Bagi Masyarakat Multikultural di Indonesia</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Antonius Sad Budianto, M.A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Alfonsus Tjatur Raharso</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sarah, Theobaldus Boi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>x +127hlm; 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Keberagaman adalah suatu keniscayaan bagi Indonesia. Banyak ahli sepakat bahwa entitas keberagaman ini adalah suatu rahmat besar bagi bangsa ini. Salah satu bagian dari keberagaman itu adalah agama. Bagi Indonesia dalam perjalanan sejarahnya, agama begitu berpengaruh bagi kehidupannya. Pada satu sisi agama menjadi preseden positif bagi kehidupan bangsa ini. Agama membawa nilai-nilai moral yang bisa menjadi acuan dalam kehidupan berbangsa. Akan tetapi ketidakdewasaan manusia Indonesia dalam menyikapi realitas keberagaman ini kerap kali menjatuhkannya pada sikap fanatisme, sentimen antar kelompok bahkan kehendak untuk saling menihilkan. Maka Konsep Moderasi Beragama sebagai sebuah konsep baru diusung untuk menjawab persoalan di atas. Konsep ini dikeluarkan oleh Kementrian Agama sebagai cara baru penghayatan hidup beragama di Indonesia. Konsep ini hendak mengarahkan manusia Indonesia untuk menghayati agamanya masing-masing secara seimbang, adil dan tidak ekstrim ketika masuk dalam realitas masyarakat yang beragam. Penulis melihat bahwa konsep moderasi beragama ini menjadi jalan yang ideal untuk membangun suatu kehidupan yang damai. Maka diperlukan adanya upaya pengarusutamaan konsep ini dalam kehidupan masyarakat. Hal ini tentu menuntut adanya partisipasi berbagai kalangan yang seperti orang tua, pemerintah, para pemimpin agama dan lain sebagainya.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Agama, filsafat</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2023</topic>
 </subject>
 <classification>210.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>210.1 Sar m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">19.007</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>210.1 Sar m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_2023.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>18860</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-05 10:24:46</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-05 10:33:07</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>