<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18842">
 <titleInfo>
  <title>Tirani Meritokrasi sebagai Ancaman Bagi Demokrasi Menurut Michael Sandel dan Relevansinya dalam Konteks Indonesia</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Kristoforus Bala, M.A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Robertus Wijanarko, Ph.D</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Firman, Yulianus Patrisius</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xi + 103hlm; 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fokus skripsi ini ialah mengkaji tirani meritokrasi sebagai ancaman bagi demokrasi menurut Michael Sandel dan relevansinya dalam konteks Indonesia. Realita menunjukkan bagaimana gagasan demokrasi Pancasila yang berkarakter gotong royong belum sepenuhnya menjiwai hidup seluruh masyarakat Indonesia. Perilaku yang menyimpang dari cita-cita luhur bersama sebagai suatu bangsa merupakan konsekuensi dari adanya paradigma yang dangkal tentang sistem demokrasi di Indonesia. Oleh karena itu, pengenalan dan pemahaman yang lebih intens dan komprehensif tentang demokrasi dalam konteks Indonesia harus selalu diperjuangkan, baik oleh kaum akademisi hingga masyarakat akar rumput. Michael Sandel merupakan salah satu filsuf kontemporer yang mencoba menemukan cara pandang yang holistik tentang demokrasi dengan membuat perbandingan sistem demokrasi dengan tirani meritokrasi. Metode yang digunakan penulis dalam studi ini ialah studi kepustakaan. Penulis bermaksud menguraikan kritikan Sandel atas penegakan Tirani Meritokrasi yang dinilai berpotensi menghancurkan demokrasi, sehingga sumber utama yang digunakan ialah karya-karya original Sandel, khususnya buku yang berjudul The Tyramy of Merit: What's Become of the Common Good? (2020). Selain itu, penulis lainnya yang bertalian dengan topik yang hendak dibahas. Data sekunder tersebut kemudian dianalisis untuk mempertajam penjelasan tulisan ini. Sumbangan gagasan Sandel pertama-tama menyadarkan masyarakat Indonesia bahwa sistem demokrasi yang dianut tidak luput dari pengaruh tirani meritokrasi yang bertumbuh subur. Tulisan ini menemukan bahwa: (1) Melalui kritik terhadap Konsep Meritokrasi, Sandel mencoba mengembalikan kesadaran manusia akan hakikatnya sebagai makhluk sosial; (2) Kritik Sandel terhadap konsep meritokrasi didasarkan pada upayanya melihat dan memaknai fenomena sosial secara utuh dan lengkap. Pengagungan pada prestasi dan keberhasilan pribadi, sebagaimana ditekankan pada paham meritokrasi, mengandaikan setiap individu mampu berkompetisi dalam pasar bebas; (3) Meritokrasi selalu identik dengan prestise harus dikritisi sebab, prestise dapat menjadi boomerang sebab memberi ruang seluas-luasnya bagi kaum borjuis di panggung politik, sementara di sisi lain masyarakat kecil semakin disingkirkan dan diabaikan, atau bahkan hanya diperlukan sejauh mendukung nafsu kekuasaan kaum oligarki. Dalam konteks politik Indonesia, kontribusi pemikiran Sandel ini dapat menjadi pengingat penting bagi para pemimpin politik dan pembuat kebijakan untuk mempertimbangkan dampak sosial dan moral dari keputusan mereka, bukan kinerja dan kemampuan individu.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Filsafat politik</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2023</topic>
 </subject>
 <classification>320.01</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>320.01 Fir t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">19.111</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>320.01 Fir t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_2023.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>18842</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-05 08:00:42</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-06 10:08:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>