<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18825">
 <titleInfo>
  <title>Konsep Pencerahan Menurut Zen Buddhisme</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Petrus Maria Handoko</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Agustinus Lie, Lic.Th.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Harjo, Fransiskus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi + 106hlm: 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fokus tulisan ini hendak mengulas konsep pencerahan menurut Zen Buddhisme. Konsep pencerahan tidak terlepas dari latar belakang Sidharta Gautama yang mencari arti hidup. Dalam mencari makna hidup, ia menemukan tiga realitas hidup yakni sakit, usia tua, dan kematian. Setiap orang mengalami tiga realitas demikian. Tiga realitas hidup tersebut kerap kali mendatangkan penderitaan. Sidharta berusaha membebaskan manusia dari penderitaan dan mengalami pencerahan. Pencerahan berarti bagaimana manusia bisa menyingkap tabir-tabir realitas termasuk tentang diri sendiri, semesta alam, dan sumber dari segala yang ada. Zen Buddhisme menekankan metode zazen dan koan serta pengalaman langsung untuk mencapai pencerahan itu. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif dan interpretasi. Sumber primer tulisan ini diperoleh dari studi kepustakaan terutama dari buku-buku yang berkaitan dengan Pencerahan Zen Buddhisme, sedangkan sumber sekunder diperoleh dari buku-buku dan jurnal-jurnal. Penulis mendeskripsikan secara teoritis konsep pencerahan Zen dan kemudian menginterpretasikan gagasan yang tertuang dalam sumber-sumber yang ada sehingga inti gagasan utamanya dapat dipahami dengan mudah. Tulisan ini menemukan bahwa delapan jalan kebenaran Buddhisme dan metode yang ditekankan oleh Zen Buddhisme sangat relevan bagi tantangan dunia milenial. Orang yang masuk dalam kehidupan Zen akan menemukan kebenaran, kedalaman dan keseimbangan meski hidup di tengah dunia yang berubah-ubah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Zen (Budhisme)</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2023</topic>
 </subject>
 <classification>294.39</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>294.39 Har k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">19.100</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>294.39 Har k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_2023.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>18825</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-18 10:46:13</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-20 12:09:06</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>