<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18801">
 <titleInfo>
  <title>Dothoo Petaroo Tuhan Masyarakat Dayak Kerabat Penyapat dalam Terang Teori Religi Koentjoroningrat (Relevansi bagi karya pastoral gereja dewasa ini)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Yohanes Endi, Lic.Ic</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Raymundus I MAde Sudhiarsa, Ph.D.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Epo, Nobertus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xiv + 131hlm: 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Konsep kepercayaan kepada eksistensi wujud tertinggi yang diyakini sebagai Tuhan dalam masyarakat Dayak, seyogianya sudah ada, jauh sebelum agama resmi yang diakui negara muncul. Kepercayaan ini merupakan warisan yang diadopsi dari kepercayaan para leluhur. Sepengetahuan penulis, hampir semua suku Dayak di Pulau Kalimantan Barat memiliki kepercayaan kepada wujud tertinggi tersebut. Masyarakat Dayak Kerabat Penyapat dalam kepercayaannya mengenal wujud tertinggi ini dengan sebutan Dothoo Petaroo. Dia dimanifestasikan masyarakat setempat sebagai pencipta alam semesta, pengatur, pemelihara dan pemberi kehidupan. Eksistensinya dalam religiositas masyarakat setempat dipercaya sebagai Tuhan. Dothoo Petaroo sebagai Tuhan ini diteliti dan dianalisis menggunakan teori religi Koentjaraningrat. Selanjutnya, agar fondasi data lebih akurat berkaitan dengan religi masyarakat setempat, selain studi kepustakaan, penulis juga melakukan wawancara dengan tokoh-tokoh adat. Temuan dari pembahasan adalah bahwa kepercayaan kepada wujud tertinggi yang disebut Dothoo Petaro sudah ada sejak jaman nenek moyang mereka. Kepercayaan ini sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan konkrit masyarakat setempat. Kepercayaan ini membuat mereka menjadi manusia yang religius, bermoral, hidup harmonis baik dengan alam maupun dengan sesamanya. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kebudayaan Dayak</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2023</topic>
 </subject>
 <classification>959.84</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>959.84 Epo d</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">19.071</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>959.84 Epo d</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_2023.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>18801</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-17 08:43:22</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-21 08:33:39</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>