<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18800">
 <titleInfo>
  <title>Makna Tradisi Adat Hela Keta Suku Dawan di Pulau Timor dalam Terang Filsafat Hanna Arendt</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Sermada Kelen Donatus, M.A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Yohanes I Wayan Marianta, M.A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Amsikan, Hendrikus Rinaldi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xiii + 101hlm: 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Skripsi ini diberi judul 'Makna Tradisi Adat Hela Keta Suku Dawan di Pulau Timor dalam Terang Filsafat Hanna Arendt'. Fokus pada tulisan ini adalah untuk memahami makna yang terkandung dalam tradisi Hela Keta. Munculnya tradisi ini dipengaruhi oleh adanya konflik antar suku yang terjadi di pulau Timor khususnya suku Dawan. Akibat dari pertikaian ini adalah adanya sumpah serapah yang mengatakan bahwa hubungan antara kedua suku yang berperang terputus teristimewa dalam membangun hubungan perkawinan Namun seiring berjalannya waktu sumpah tersebut tidak lagi dipatuhi oleh orang-orang zaman sekarang. Atas dasar inilah munculnya tradisi Hela Keta. Tujuan agar hubungan yang telah terputus dapat dipulihkan kembali. Manusia sebagai makluk sosial sangat membutuhkan sesamanya untuk menjalani kehidupannya sehari-hari. Namun, karena konflik yang telah terjadi di antara mereka maka tujuan manusia sebagai makluk sosial tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal ini, Hanna Arendt memberikan solusi untuk mewujudkan manusia sebagai makluk sosial. Solusi yang diberikan adalah dengan melakukan tindakan (act). Tindakan yang dimaksud adalah menjadi media perantara untuk mendamaikan atau memulihkan relasi manusia yang terputus akibat dari konflik-konflik yang dilakukan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kebudayaan Timor</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2023</topic>
 </subject>
 <classification>959.85</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>959.85 Ams m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">19.025</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>959.85 Ams m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_2023.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>18800</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-17 08:31:47</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-21 08:44:03</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>