<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18795">
 <titleInfo>
  <title>Membaca Politik Identitas di Indonesia dari Perspektif Francis Fukuyama</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Raymundus I Made Sudhiarsa, Ph.D</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Yohanes I Wayan Marianta, M.A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Anka, Yosua Raydo</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xii + 71hlm: 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemikiran politik identitas Francis Fukuyama telah menjadi subjek perdebatan yang luas dalam kajian politik kontemporer. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk merangkum pemikiran Fukuyama mengenai konflik politik identitas dan kontribusinya dalam mengatasi tantangan tersebut. Fukuyama berpendapat bahwa konflik politik identitas muncul ketika pengakuan dan identitas dalam kelompok-kelompok kecil, dan hal ini dapat mengancam stabilitas politik dan sosial. Pendekatan Fukuyama dalam menangani konflik politik identitas melibatkan penerapan prinsip-prinsip liberalisme yang inklusif dan universal. Menurutnya, dengan menegakkan hak asasi manusia, kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi, dan perlindungan hukum yang adil untuk semua individu, masyarakat dapat meminimalisir konflik yang muncul dari persaingan identitas. Namun, pemikiran Fukuyama tidak bebas dari kritik terutama munculnya 'Rise of Authoritarianism' seperti di China dan Rusia, mempertanyakan sejauh mana pendekatan liberalisme dapat mengatasi konflik politik identitas yang kompleks dan mendalam. Mereka berargumen bahwa ada kebutuhan untuk mempertimbangkan konteks budaya, sejarah dan faktor lokal lainnya dalam menangani konflik tersebut. Terlepas dari itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran politik identitas Fukuyama memberikan wawasan penting tentang sifat konflik politik identitas dan mengusulkan pendekatan liberal untuk mengatasinya. Namun, dalam praktiknya pendekatan ini perlu dikombinasikan dengan pemahaman yang mendalam tentang konteks sosial dan budaya yang spesifik, serta pertimbangan terhadap kompleksitas dan keragaman konflik politik identitas yang ada, terutama di Indonesia bisa menggunakan gagasan kebangsaan yang termuat dalam Pancasila.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>politik</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2023</topic>
 </subject>
 <classification>320.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>320.1 Ank m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">18.049</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>320.1 Ank m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_2023.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>18795</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-15 09:49:47</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-28 09:21:43</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>