<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18782">
 <titleInfo>
  <title>Pandangan Gereja Katolik terhadap LGBT Studi Kasus Keuskupan Malang</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Alphonsus Tjatur Raharso</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. I Ketut Gegel</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Besa, Alfonsus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xi + 79hlm: 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fokus pembahasan saya dalam karya tulis ini terdapat pada pandangan Gereja Katolik Terhadap LGBT studi kasus Keuskupan Malang. Pandangan Gereja Katolik terhadap kaum LGBT. Gereja Katolik secara tegas menolak tindakan LGBT karena sudah jelas menunjukkan suatu perjuangan untuk menghadirkan kerajaan Allah di tengah dunia. Kaum LGBT harus diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan bersatu dalam Gereja sebagai persekutuan umat Allah. Metode yang saya gunakan yakni deskriptif, interpretatif dan metode wawancara dimana metode deskriptif digunakan untuk mengabarkan sebuah masalah yang sedang terjadi dan mendeskripsikan masalah tersebut, sedangkan metode interpretatif adalah sebuah cara agar peneliti mendapatkan penjelasan dari sudut pandang orang atau kelompok terhadap fenomena yang sedang terjadi. Sedangkan metode wawancara, peneliti melakukan wawancara dengan narasumber yang tergolong dalam LGBT. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan Gereja Katolik terhadap LGBT dadasarkan pada ajaran moral yang diakui oleh Gereja. Gereja mengajarkan bahwa setiap orang memiliki martabat yang tidak tergantikan sebagai ciptaan Allah, namun orientasi seksual yang berbeda tidak diakui sebagai bagian dari rancangan ilahi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Teologi Moral</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>seks, penyimpangan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2023</topic>
 </subject>
 <classification>241</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>241 Bes p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">19.061</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>241 Bes p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_2023.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>18782</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-14 08:06:01</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-28 10:58:12</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>