<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18773">
 <titleInfo>
  <title>Persaudaraan Bersama Yesus (Eksegese dan reflleksi teologis atas Matius 12:</title>
  <subTitle>46-50)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Petrus Maria Handoko</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Ignasius Budiono, Lic, S.S.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sinaga, Andreas Marison</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>x + 108hlm: 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tulisan ini berfokus pada eksegese dan refleksi teologis terhadap teks Matius12:46-50 mengenai hubungan dan persekutuan sebagai saudara di dalam Yesus Kristus. Persaudaraan merupakan suatu hal penting yang memiliki pengaruh terhadap hidup seseorang. Bersaudara berarti berasal dari rahim yang sama, sedarah, satu ibu dan satu bapak. Hubungan darah menunjukkan adanya sebuah ikatan, maka persaudaraan itu bersifat mengikat. Metode yang dilakukan dalam tulisan ini adalah eksegese dengan bantuan dari literatur dan bacaan-bacaan serta buku tafsir yang berkaitan dengan teks Kitab Suci yang dibahas. Puncak dari eksegese ini ialah refleksi teologis di mana dalam refleksi teologis terkandung kebenaran-kebenaran iman. Adapun temuan dalam tulisan ini adalah Yesus memberikan pemahaman baru dan mendalam mengenai hidup persaudaraan. Persaudaraan yang diajarkan Yesus dalam teks Matius 12:46-50 adalah persaudaraan yang mendalam dan meluas. Persaudaraan ini diperoleh dengan cara melakukan kehendak Allah. Melakukan kehendak Allah menjadi kriteria bagi siapapun yang ingin bersekutu dan menjadi saudara bersama Yesus. Dengan demikian, Yesus menyatakan bahwa siapapun bisa menjadi saudara atau ibu-Nya jika mereka bersedia melakukan kehendak Allah dalam hidupnya masing-masing.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Alkitab-PB-Matius</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2023</topic>
 </subject>
 <classification>226.207</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>226.207 Sin p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">19.009</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>226.207 Sin p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_2023.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>18773</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-13 08:32:26</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-21 10:04:17</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>