<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18767">
 <titleInfo>
  <title>Konsep Fenomena Melimpah Jean Luc Marion dalam Hubungannya dengan Pluralitas di Indonesia</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Pius Pandor, Lic.Phil.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Prof. Dr. FX. Eko Armada Riyanto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kanelmut, Pius</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xi + 96hlm: 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tulisan ini berfokus pada pemikiran Jean Luc Marion tentang konsep fenomena melimpah. Studi ini bertujuan untuk mengurai dan menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang konsep fenomena melimpah dan melihat relevansinya dengan kondisi pluralitas di Indonesia. Marion mengajukan sebuah pertanyaan penting, yaitu apakah ada fenomena yang bersifat otonom, yang utuh-penuh dan tanpa terkondisi oleh intuisi subyek. Marion berkeyakinan bahwa fenomena dapat memberikan dirinya secara utuh dengan berdasar pada prinsip keterberian. Untuk sampai pada keterberian itu, manusia harus membebaskan diri dari seluruh prasyarat, asumsi, kerangka berpikir, kategori-kategori maupun latar belakang kehidupannya. Menghilangkan seluruh prasyarat memungkinkan manusia mampu bersikap terbuka dan menerima terhadap fenomena yang ada. Metodologi yang digunakan ialah metode historis kritis dan analisis. Metode historis bertujuan untuk mengkaji secara historis pemikiran Marion. Sedangkan metode analisis berusaha menganalisis pemikiran Marion dan mengkritisinya dalam hubungannya dengan pluralitas di Indonesia. Studi ini menemukan bahwa persoalan pluralitas di Indonesia terjadi karena masyarakat belum sepenuhnya menerima dan bersikap terbuka terhadap pluralitas yang ada. Sumbangan konsep fenomena melimpah Marion terletak pada penekanan fenomena pluralitas sebagai fenomena yang bersifat melimpah. Untuk menerima kelimpahannya, seseorang perlu melakukan reduksi terhadap keterberian.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Filsafat Prancis</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>fenomenologi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2023</topic>
 </subject>
 <classification>194</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>194 Kan k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">19.107</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>194 Kan k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_2023.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>18767</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-07-12 12:42:48</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-07-21 10:16:23</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>