<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18534">
 <titleInfo>
  <title>Menata Nalar Memahami Kebenaran:</title>
  <subTitle>Pengantar Logika untuk Masa Kini</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Setiawan, Hendro</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Kanisius</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xvi + 112hlm; 15,5x23cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peradaban digital telah menjadi bagian integral kehidupan semua orang yang hidup pada masa ini. Perkembangan revolusi industri dari 1.0 hingga 4.0 telah terakumulasi pada terwujudnya peradaban digital saat ini. Dunia juga terus bergerak cepat menuju revolusi industri 5.0 dan penggunaan metaverse. Hidup manusia pada masa ini sudah tak terpisahkan dari penggunaan instrumen digital. Dunia maya sudah menjadi perluasan realitas manusia zaman ini. Peradaban digital juga membawa dampak negatif yang perlu diantisipasi. Salah satunya, fenomena banjir informasi yang melampaui apa yang dapat dicerna dan dipilah manusia. Hal ini berpotensi membingungkan sekaligus menjauhkan manusia dari kebenaran. Berbagai fenomena kesesatan berpikir telah muncul dalam kehidupan masyarakat masa ini. Selain agama-agama yang mewartakan Sang Kebenaran Tertinggi, manusia juga dibekali akal budi untuk membantunya memilah kebenaran. Para filsuf atau pemikir sejak zaman Yunani kuno telah mengembangkan metode-metode logika untuk mempertajam kemampuan akal budi dalam menangkal kesesatan berpikir. Para filsuf telah menyadari keterbatasan pikiran manusia yang mudah disesatkan. Peradaban digital masa ini telah meningkatkan kebutuhan manusia akan teknik berlogika secara signifikan, sebagai langkah antisipasi dampak negatif yang ditimbulkannya. Buku ini bermaksud mengantarkan pembaca pada pemahaman awal tentang logika.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>logika</topic>
 </subject>
 <classification>160</classification>
 <identifier type="isbn">9789792173482</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>160 Set m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">20432</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>160 Set m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Menata_Nalar_Memahami_Kebenaran.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>18534</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-10 11:05:37</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-13 08:59:39</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>