<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18526">
 <titleInfo>
  <title>Konsep Bahasa Biasa Gilbert Ryle dan Relevansinya terhadap Penggunaan Bahasa Sehari-Hari di Indonesia</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Robertus Wijanarko, Ph.D</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Pius Pandor, Lic.Phil.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Manfour, Kardianus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi + 91hlm: 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Manusia merupakan makhluk rasional yang mengungkapkan dirinya lewat bahasa. Sebagai entitas yang berbahasa, manusia senantiasa berusaha mengungkapkan keberadaannya dengan cara menjalankan fungsi bahasanya secara tepat dan benar. Kenyataan yang terjadi adalah bahasa seringkali menjadi bahan pertikaian karena fungsi bahasa tidak tepat pada sasaran. Kesalahan yang sering terjadi ini mereduksi makna bahasa dan tidak memperhatikan konteks penggunaannya. Berbagai macam persoalan bahasa ini mendorong studi mendalam akan penggunaan bahasa secara tepat dan benar seturut konteksnya. Salah satu tokoh dari Universitas Oxford yang sangat berpengaruh menegakkan kembali penggunaan bahasa biasa secara benar adalah Gilbert Ryle. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah menggali pemikiran Gilbert Ryle mengenai konsep bahasa biasa dan mengemukakan relevansinya dengan penggunaan bahasa sehari-hari di Indonesia. Penulis berupaya menggunakan metode historis kritis dan analisis untuk mengkaji konsep bahasa biasa Gilbert Ryle. Fokus dari penelitian ini adalah filsafat bahasa biasa Gilbert Ryle dan fenomena penggunaan bahasa sehari-hari di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Ryle kekeliruan pokok yang sering terjadi dalam filsafat adalah apa yang disebutnya sebagai category-mistake, kekeliruan mengenai kategori. Mereka yang mengadakan kekeliruan ini akan melukiskan fakta-fakta yang termaksud kategori satu dengan menggunakan ciri-ciri logis yang menandai kategori lain. Hal ini tentu memiliki arti dan tujuan yang berbeda dengan pengertian yang sesungguhnya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Bahasa</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2022</topic>
 </subject>
 <classification>400</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>400 Man k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">18.085</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>400 Man k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>18526</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-05 08:59:26</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-05 09:16:04</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>