<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18519">
 <titleInfo>
  <title>Eksistensi dan Representasi dalam Kehidupan Politik di Indonesia (Mengkritisi kebebasan berpolitik perempuan Indonesia dalam perspektif Simone de Beauvoir)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Robertus Wijanarko, Ph. D</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. I Ketut Gegel</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tamat, Hironimus Jesanto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi + 80hlm: 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Persoalan perempuan barangkali merupakan sebuah persoalan yang cukup rumit untuk dibahas. Lebih rumit lagi jika dikaitkan dengan nuansa politik suatu bangsa. Skripsi ini berjudul Eksistensi dan Representasi Perempuan dalam Kehidupan Politik di Indonesia (Mengkritisi Kebebasan Berpolitik Perempuan Indonesia dalam Perspektif Simone de Beauvoir). Fokus utama tulisan ini adalah menguraikan sejauh mana perempuan bisa menunjukkan kualitas dirinya pada panggung politik Indonesia. Mengingat bahwa ada berbagai persoalan yang turut menghambat kebebasan perempuan dalam kehidupan berpolitik. Hambatan-hambatan tersebut muncul bukan saja karena kurangnya kepercayaan terhadap perempuan, melainkan juga karena faktor budaya yang sangat kental. Simone de Beauvoir melihat bahwa ada beberapa faktor kunci yang kiranya menghambat perempuan untuk terlibat dalam kehidupan politik suatu bangsa. Faktor-faktor tersebut yakni status sebagai ibu dan status menikah. Ini merupakan faktor yang membuat perempuan tidak bisa bebas dalam mengekspresikan pandangan politiknya. Demikian halnya di Indonesia. Dominasi budaya patriarki cukup mempengaruhi pola pikir masyarakat dalam memberi penilaian terhadap perempuan. Karena budaya patriarki yang sangat kuat ini, peran perempuan dalam ranah publik sangat minim. Dominasi patriarki kemudian menjadi penyebab perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan. Suatu perbedaan yang cukup mengerdilkan kehidupan perempuan pada umumnya. Selain itu wacana kepemimpinan perempuan sangat sulit untuk terealisasi. Namun demikian persoalan-persoalan tersebut tidak membuat perempuan Indonesia menyerah dalam memperjuangkan hak mereka sebagai warga negara. Mereka mendirikan berbagai organisasi gerakan wanita sebagai wadah penyampaian aspirasi mereka. Data menunjukkan bahwa ada begitu banyak peraturan yang memberikan ruang kebebasan bagi perempuan, entah itu dari PBB maupun di Indonesia. Selain itu untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam kehidupan politik, maka diperlukan transformasi pendidikan politik bagi perempuan. Pemikiran Simone de Beauvoir tentang konsep kebebasan perempuan masih relevan terhadap situasi perempuan Indonesia saat ini. Perempuan Indonesia hendaknya tidak merasa dikekang oleh status sosialnya sebagai seorang ibu atau perempuan yang menikah. Mereka harus mewujudkan kebebasan berpolitik mereka tanpa harus meninggalkan martabat mereka sebagai perempuan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>politik</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2022</topic>
 </subject>
 <classification>320.01</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>320.01 Tam e</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">18.063</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>320.01 Tam e</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>18519</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-03 09:24:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-05 09:44:06</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>