<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18498">
 <titleInfo>
  <title>Formatio Iman Keluarga:</title>
  <subTitle>Tanggapan Atas Fenomena Konversi Agama</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Alphonsus Tjatur Raharso</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. I Ketut Gegel</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hasan, Benedictus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>x + 77hlm: 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fokus dari tulisan ini adalah elaborasi tentang fenomena konversi agama dan upaya untuk mencegahnya dalam perspektif Gereja Katolik. Dalam terang ajaran Gereja Katolik, konversi agama tidak dibahas secara eksplisit. Akan tetapi, Gereja menjamin kebebasan beragama. Penulis melihat ada dua alasan untuk melakukan konversi agama. Pertama alasan kebebasan, kedua karena lemahnya militansi iman. Jika seseorang melakukan konversi agama karena kebebasannya, tentu hal ini tidak menjadi masalah. Akan tetapi jika konversi agama dilakukan karena kurangnya militansi iman, tentu hal ini menjadi masalah. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi kepustakaan. Untuk memahami konsep terkait konversi agama, penulis menggunakan beberapa dokumen Gereja dan hukum sipil. Penulis juga menggunakan buku-buku serta artikel terkait untuk menyempurnakan skripsi ini. Temuan yang ditawarkan dari tulisan ini adalah penguatan basis iman dengan menggunakan metode formatio iman keluarga. Keluarga adalah Gereja Domestik. Membina keluarga berarti membina masa depan Gereja. Pembinaan iman ini adalah tugas Gereja, terutama para klerus selaku gembala jiwa-jiwa. Sudah menjadi kewajiban Gereja untuk memastikan tiap anggotanya memperoleh asupan iman yang cukup. Gereja sebagai sebuah institusi keagamaan telah menerima tugas dari Kristus untuk memelihara dan menggembalakan domba-dombaNya. Oleh karena itu, dalam tulisan ini, penulis memberikan beberapa saran pastoral yang dapat digunakan untuk menunjang praksis formatio iman keluarga</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>pastoral (keluarga)</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2022</topic>
 </subject>
 <classification>253</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>253 Has f</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">18.050</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>253 Has f</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>18498</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-31 12:40:21</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-02 07:58:47</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>