<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1848">
 <titleInfo>
  <title>Orang Miskin sebagai Wajah yang Transenden (Analisis pengalaman dan pandangan Santo Vinsensius terhadap orang miskin dalam terang filsafat Emmanuel Levinas)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Prof. Dr. FX. Eko Armada Riyanto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Antonius Sad Budianto, M.A</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>3. Dr. Valentinus Saeng</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kebry, Fransiskus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>x + 109hlm: 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Orang miskin adalah manusia yang mempunyai harkat dan martabat yang luhur. Keluhuran itu bukan terbatas pada apa yang ditunjukkan secara fisik, melainkan mengatasi ada yang fisik. Itu yang mengatasi yang fisik adalah itu Yang Transenden. Betapa menyedihkan bahwa saat ini banyak orang tidak dapat melihat dan merasakan keluhuran martabat orang miskin tersebut. Hal inilah yang membuat orang miskin menjadi pihak yang sungguh terasing dalam masyarakat, terutama dalam hal kesejahteraan. Bahkan mereka seringkali dikorbankan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Emmanuel Levinas adalah seorang filsuf yang mengajarkan manusia bagaimana menjadi manusia yang bertanggung jawab terhadap orang lain terutama mereka yang menderita. Hidup manusia itu senantiasa terarah kepada Yang Transenden. Yang Transenden itu menyatakan dirinya dalam wajah orang lain yang menderita. Untuk terarah kepada Yang Transenden itu manusia harus keluar dari egonya. Keluarnya manusia dari ego merupakan dorongan dari sensibilitas dan hasrat metafisis yang ada di dalam dirinya. Ketika manusia keluar dari ego, maka hidupnya akan terarah kepada Yang Transenden. Hidup tidak terarah kepada diri sendiri melainkan kepada Yang transenden. Itulah yang mengarahkan manusia untuk bertanggung jawab terhadap orang lain. Vinsensius de Paul adalah seorang yang dinyatakan kudus oleh gereja katolik. Hidupnya mengajarkan manusia bagaimana seharusnya memaknai kehadiran orang miskin. Ia meyakini bahwa Allah itu hadir dalam diri orang miskin. Keyakinan inilah yang mendorongnya untuk memberikan hidupnya kepada Allah melalui pelayanan kepada orang miskin. Vinsensius menjadi seperti ini karena ia mau keluar dari egonya, keluar dari ambisinya untuk mengejar status sosial dalam masyarakat. Sejak itu hidup Vinsensius senantiasa terarah kepada Allah dan orang miskin. Dalam tesis ini, penulis akan menguraikan sintesa antara gagasan Emmanuel Levinas tentang Wajah Yang Transenden dengan pengalaman dan gagasan Vinsensius tentang orang miskin. Titik temu keduanya akan memberi kontribusi kepada siapapun dalam memaknai kehadiran orang miskin secara lebih mendalam. Dan semoga tesis ini dapat mendorong banyak orang untuk bertanggung jawab terhadap orang miskin.</note>
 <subject authority="">
  <topic>kristiani dan masalah sosial</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>TESIS 2017</topic>
 </subject>
 <classification>261.8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>261.8 Keb o</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">15.01007</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>261.8 Keb o</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_TESIS_baru.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1848</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>