<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18463">
 <titleInfo>
  <title>Kebahagiaan Sejati Menurut St. Thomas Aquinas</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Yustinus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Markus Situmorang, Lic.Th.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lalong, Aloysius</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii + 86hlm: 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebahagiaan adalah itu yang dirindukan oleh semua manusia. Berbagai usaha yang dilakukan manusia untuk memperoleh suatu kebahagiaan. Dalam pengalaman hidupnya manusia terus bergulat dengan kepribadiannya dan juga dengan sesamanya jatuh bangun dialaminya demi untuk memperoleh suatu kebahagiaan. Dari realitas kehidupannya manusia memiliki perspektif yang berbeda untuk memaknai kebahagiaan. Ada orang yang menemukan kebahagiaan dalam harta kekayaan. Ada pula orang yang menemukan kebahagiaan dalam kelezatan makanan, minuman, memiliki rumah mewah dan ada juga orang yang menemukan kebahagiaannya dalam seks. Menurut Thomas Aquinas kebahagiaan adalah tujuan akhir hidup manusia. Kebahagiaan Thomas Aquinas bukan soal hedonis seperti yang dikatakan Epikuros, tetapi kebahagiaan Thomas soal kontemplasi akan kebenaran yang bersumber pada Sang Kebenaran yakni Allah. Sehingga kebahagiaan sejati tidak ada di dunia ini. Manusia baru mencapai kebahagiaan sejati sesudah hidup ini, apabila manusia bertemu dengan Tuhan. Di dunia ini manusia tidak dapat mencapai kebahagiaan sejati karena masih terikat dengan hal-hal duniawi dan juga karena manusia masih mengalami penderitaan, sakit penyakit, pengaruh nafsu-nafsu badani dan kematian. Karena itu Thomas Aquinas mengatakan bahwa kebahagiaan sejati atau kebahagiaan sempurna tidak dialami di dunia ini, tetapi nanti kelak di surga.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>filsafat-Thomas Aquinas</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2022</topic>
 </subject>
 <classification>189.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>189.4 Lal k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">18.066</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>189.4 Lal k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>18463</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-27 11:32:59</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-08 09:24:51</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>