<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18436">
 <titleInfo>
  <title>Wurumana dalam Tradisi Lio-Ende:</title>
  <subTitle>Perspektif Teologi Dialog John Mansford Prior</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Kristoforus Bala, M.A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>3. Raymundus I Made Sudhiarsa, Ph.D</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Antonius Denny Firmanto, M.Pd</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Depa, Siklus Rikardus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>106hlm; 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gereja Katolik Lio-Ende hingga saat ini, berhadapan dengan sebuah tradisi yang menjadi jantung kehidupan orang Lio yaitu tradisi wurumana. Wurumana adalah sebuah tradisi yang sangat melekat dan telah dihidupi sebelum Gereja Katolik hadir di Lio-Ende. Seiring perkembangan kekristenan di Flores dan merebaknya agama Katolik di wilayah Lio-Ende, keberadaan tradisi wurumana seringkali dipertentangkan sehingga menimbulkan persoalan diantara Gereja Katoilk dan masyarakat adat Lio-Ende. Ketegangan dan perselisihan yang terjadi diantara kedua pihak disebabkan oleh perbedaan antara ajaran iman Katolik dan pandangan hidup orang Lio. Persoalan tersebut semakin rumit dan pelik karena kurangnya dialog diantara kedua pihak. Gereja Katolik merasa bahwa pendapatnya harus diterima dan penilaiannya merupakan sebuah kebenaran. Di sisi lain masyarakat adat Lio mempertahankan wurumana sebagai warisan leluhur yang menjadi identitas dan nadi kehidupan. Hal-hal yang perlu digali dan menjadi masalah adalah mengapa wurumana sangat melekat dalam kehidupan orang Lio. Mengapa dialog menurut John Prior dapat dijadikan sebagai jembatan antar Gereja dan kebudayaan. Apa saja yang menjadi intisari dari tradisi wurumana yang dapat dijadikan sebagai dasar pengembangan jemaat yang inkulturatif. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan melakukan studi literature.Penulis menggunakan pemikiran John Prior tentang wurumna sebagai obyek penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa dalam tradisi wurumana terdapat nilai-nilai kristiani tersebut mendorong Gereja dan kebudayaan untuk berdialog. Relasi dialogis antara Gereja dan kebudayaan tidak terlepas dari relasi dialogis Allah Tritunggal. Dialog Allah tidak bersifat inklusif untuk diri-Nya sendiri tetapi dialog yang keluar dari diri-Nya. Hal ini tampak ketika Allah berdialog dengan manusia. Sejarah keselamatan merekam jejak Allah yang menjadikan manusia sebagai rekan kerja dalam mewujudkan keselamatan di tengah dunia. Allah tidak bekerja sendirian tetapi melibatkan manusia dalam seluruh rencana-Nya. Dialog keselamatan tidak hanya terjadi pad ruang Ilahi tetapi masuk dlam ruang kehidupan manusia. Allah dalam kebebasan-Nya yang sempurna melalui Roh Kudus bekerja melampaui ruang an waktu. Dalam pemahaman tentang wahyu universal wurumana adalah cara Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Allah yang gemar berdialog.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Teologi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>TESIS 2022</topic>
 </subject>
 <classification>230</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>230 Dep w</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">20.01026</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>230 Dep w</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_TESIS.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>18436</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-15 08:46:06</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-26 09:35:42</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>