<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18427">
 <titleInfo>
  <title>Immanuel Kant dan Karyanya:</title>
  <subTitle>Pengantar menuju suatu Filsafat Kritis</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Valentiner, Theodor</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kusumohamidjojo, Budiono (ptj)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Translator</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Yrama Widya</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>viii + 200hlm; 12,5x19cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jika Anda sekarang memegang buku ini maka dengan satu atau lain cara Anda pasti sudah pernah bersinggungan dengan gagasan-gagasan dari Immanuel Kant. Mereka yang tertarik untuk membaca buku ini paling sedikit sudah lebih dulu mempunyai perhatian khusus untuk filsafat dari Zaman Pencerahan (Inggris; 'The Age of Enlightenment'; Jerman; 'Zeitalter der Aufklärung'). Alasan utama penerjemah untuk mulai mengindonesiakan karya-karya Kant terletak pada relevansi yang semakin besar untuk mengaktualisasikan karya-karya Kant, yang pada pokoknya merupakan analisis kritis terhadap akal manusia (Vernunftkritik) ke dalam zaman, di mana masyarakat kita nampaknya semakin terseret ke dalam hiruk pikuknya sains dan teknologi. Bahayanya justru terletak dalam 'peringatan' yang gencar, seolah-olah kita tidak boleh tertinggal dalam perkembangan sains dan teknologi, karena dengan 'peringatan' itu sekaligus dilupakan juga bahwa yang seharusnya menentukan perkembangan sains dan teknologi itu adalah kita sendiri. Dan bukannya 'kita tidak boleh tertinggal'. Buku kecil yang ditulis oleh Theodor Valentiner enam dasa warsa yang silam ini dapat membantu untuk menghindarkan kita dari salah kaprah historis yang berlarut-larut, karena Valentiner telah menghasilkan suatu karya pengantar yang sangat berguna bagi mereka yang hendak memahami karya-karya Kant lebih jauh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>filsafat Jerman</topic>
 </subject>
 <classification>193</classification>
 <identifier type="isbn">9786232056008</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>193 Val i</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">20426</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>193 Val i</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Immanuel_Kant_dan_Karyanya.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>18427</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-07-02 10:04:34</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-10-18 11:30:03</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>