<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1837">
 <titleInfo>
  <title>Kabar Sukacita Bagi Alam Semesta (Relevansi Etis-Dialogis Gagasan Paus Fransiskus tentang Ekologi yang Integral dalam Ensiklik Laudato Si bagi Gereja Katolik Indonesia dalam Menanggapi Krisis Ekologi)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Raymundus I Made Sudhiarsa, Ph.D</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>3. Prof. Dr. H. Pidyarto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Merry Teresa Sri Rejeki, Lic.Th</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sentosa, Yosafat Roni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xv + 204hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia sedang dilanda krisis ekologi. Setiap tahun, luas lahan dan hutan di Indonesia semakin berkurang. Selain itu, pencemaran air, udara, dan kemerosotan keanekaragaman hayati, menjadi masalah utama krisis ekologi di Indonesia. Manusia menjadi pelaku utama yang menyebabkan turunnya kualitas ekologi di negara kita. Cara pandang yang keliru dalam memahami hubungan manusia dengan alam, membuat manusia mengeksploitasi alam. Alam dijadikan obyek pemuas kebutuhan manusia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, sebagai hasil olah kreasi manusia, turut memperparah keadaan ini. Paus Fransiskus, dalam Ensiklik Laudato Si mengajak dan mendesak semua pihak, baik individu, keluarga, masyarakat lokal, negara dan masyarakat internasional untuk memelihara dan melestarikan alam. Ia mengajak semua orang untuk berdialog menemukan solusi bagi kelestarian rumah kita bersama ini. Ekologi yang integral mengundang kita untuk melihat keterkaitan berbagai bidang yang berpengaruh terhadap krisis ekologi. Permasalahan ekologi adalah permasalahan yang berkaitan dengan bidang-bidang seperti ekonomi, politik, budaya, dan kehidupan sehari-hari dalam masyarakat. Kerusakan ekologi disebabkan oleh kurangnya komitmen untuk memperbaiki sistem-sistem dalam bidang-bidang tersebut. Membangun sebuah ekologi yang integral berarti juga membangun sebuah politik, ekonomi, dan budaya yang selalu berpihak pada kelestarian alam semesta. Oleh sebab itu, dibutuhkan dialog dengan bidang-bidang ini untuk menetapkan kebijakan bersama yang berpihak pada alam. Pesan Paus Fransiskus tentang ekologi yang integral ini mengundang kita untuk mengembangkan sikap etis-dialogis. Sikap etis dan dialogis kita bangun dalam hidup sehari-hari adalah bentuk pewartaan kabar sukacita dan harapan bagi seluruh ciptaan. Kita, yang adalah bagian dari Gereja, berpartisipasi dalam misi Yesus yang datang ke dunia untuk menyelamatkan dan menebus seluruh ciptaan. Misi Yesus ini diteruskan dalam karya pewartaan dan hidup sehari-hari umat beriman, baik oleh hierarki dan umat beriman seluruhnya. Pewartaan kabar sukacita dan harapan bagi alam semesta diwujudkan dalam sikap dan tindakan, serta cinta yang mendalam kepada alam. Pewartaan sukacita dan harapan kita wujudkan juga melalui keterbukaan kita untuk berdialog, berdiakusi dan belajar bersama dengan berbagai pihak.</note>
 <subject authority="">
  <topic>TESIS 2016</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ekologi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>kristiani dan lingkungan</topic>
 </subject>
 <classification>261.836.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>261.836.2 SEN k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">14.01027</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>261.836.2 SEN k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_TESIS_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1837</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>