<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1832">
 <titleInfo>
  <title>Ritus Penghormatan Buaya Suku Atoni dalam Terang Totemisme Emile Durkheim dan Kritik Teologis Atasnya</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>3. Raymundus I Made Sudhiarsa, Ph.D</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Prof. Dr. H. Pidyarto Gunawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Sermada Kelen Donatus, MA.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Biaf, Arkianus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiii + 130hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bagi suku Atoni, yang adalah etnis terbesar di Timor bagian barat, buaya diyakini sebagai penguasa lautan, sungai, pemberi hujan, kesejukan, kesuburan, dan kesejahteraan. Singkatnya, buaya adalah Sang Penguasa Air. Keyakinan bahwa buaya adalah representasi dari Yang Kudus dan simbol kehadiran para leluhur ini dilestarikan dalam ritus penghormatan buaya. Dalam ritus ini, suku Atoni mempersembahkan binatang sebagai kurban bagi Sang Penguasa Air. Dalam terang pemikiran Emile Durkheim tentang totemisme ritus penghormatan buaya dalam suku Atoni dapat dipandang sebagai suatu kepercayaan totemik. Totem adalah representasi simbolis dari klan/suku/marga sekaligus representasi simbolis dari yang sakral. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa yang sakral mesti klan itu sendiri. Kesakralan totem tiada lain adalah kekuatan kolektif dan anonim dari klan itu sendiri. Totem adalah semacam bendera yang melambangkan kekuatan klan. Kesakralan adalah nama lain dari kekuatan masyarakat. Diinspirasi oleh gagasan Durkheim dapat dikatakan bahwa buaya (Besimnasi) merupakan simbol, lencana, dan lambang dari suku Atoni yang menghormatinya. Mayoritas suku Atoni saat ini adalah penganut agama Kristen (Katolik dan Protestan). Yang menjadi pertanyaan ialah apakah ritus penghormatan buaya (Besimnasi) ini dapat diterima atau diinkulturasikan dengan iman Katolik? Jawabannya tegas dan lugas yakni TIDAK. Ritus penghormatan buaya suku Atoni tidak dapat diterima atau disesuaikan dengan iman Katolik, sebab isi maupun cara pengungkapannya bertentangan dengan ajaran iman Katolik.</note>
 <subject authority="">
  <topic>TESIS 2016</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Agama dan kebudayaan</topic>
 </subject>
 <classification>261.21</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>261.21 BIA r</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">14.01007</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>261.21 BIA r</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_TESIS_baru.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1832</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>