<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18">
 <titleInfo>
  <title>Manusia yang Menderita (Konteks, teks, dan teologi antropologis Konferensi VI Yohanes Kasianus)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Edison R.L. Tinambunan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Makarius, Habel Melki</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Sermada Kelen Donatus, M.A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>3. Prof. Dr. B.A. Pareira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi + 164hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Manusia memiliki pengalaman yang khas dan kompleks dalam perjalanan hidupnya. Salah satu bentuk pengalamannya yaitu penderitaan, seringkali dihindari atau diterima sebagai bagian dari perjalanan kehidupan. Tesis yang berjudul Manusia Yang Menderita (konteks, teks, teologi antropologi konferensi VI Yohanes Kasianus) merupakan suatu usaha pencarian makna hidup manusia yang mengakui keberadaan Tuhan. Kasianus telah mencatat sejarah penderitaan beberapa orang suci yang tinggal di padang gurun Skit, yang dibantai oleh para perampok Saraken. Peristiwa ini ditemukan dalam konferensi VI, Abas Theodore. Ia menampilkan suatu relasi yang tak terpisahkan antara penderitaan manusia dengan Allah. Manusia yang menderita berada dalam konteks sejarah kehidupan yang tidak bisa dilewatkan begitu saja, tanpa makna. Kenyataan hidup mendorong seseorang untuk melibatkan diri pada pengalaman sehari-hari. Konteks abad ke empat dan kehidupan monastisisme bersepakat bahwa manusia selalu berada dalam ranah pencarian kehidupan. Arah kehidupan manusia adalah penyatuan diri dengan Allah sekaligus penghayatannya dalam kehidupan duniawi. Konteks semacam ini melahirkan teks yang oleh Kasianus dibahasakan dalam konferensinya. Teks konferensi ke IV mengatakan tentang manusia yang menderita sebagai bentuk pengalaman akan pendewasaan iman akan Allah. Teks yang adalah tenunan kehidupan dijalin dalam bahasa konferensi untuk menggambarkan pergulatan manusia ketika ia dihadapkan dengan penderitaan. Teks ini menampilkan dua ranah refleksi, yaitu ranah teologi dan ranah antropologi. Makna manusia yang menderita tidak bisa terlepas dari pemaknaan akan relasi manusia dan Tuhan. Persoalan penderitaan manusia mengajak manusia untuk bertanya tentang dirinya dan TuhanNya. Titik temu dari kedua ranah refleksi tersebut disatukan dalam suatu refleksi teologi antropologis.&#13;
Temuan teologi antropologis yang berdasarkan Konferensi VI Kasianus adalah suatu kenyataan bahwa penderitaan menjadi pengalaman mendasar untuk mengenal dan mencintai Allah serta membawa manusia kepada Allah yang adalah sumber kehidupan. Temuan ini diawali dengan suatu kesadaran akan pengalaman penderitaan yang telah terjadi dalam lintasan sejarah manusia. Peristiwa penderitaan tidak berhenti pada suatu peristiwa, melainkan dimaknai saat ini. Kesadaran yang diperoleh dalam pemaknaan membawa manusia kepada pandangan ke depan yang disebut sebagai horizon penantian. Akhir dari perjalanan manusia menuju kesempurnaan hidup yang diperoleh dalam diri Tuhan, Sumber Kesempurnaan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Bapa Gereja</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>TESIS 2019</topic>
 </subject>
 <classification>282.092</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>282.092 Mak m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">17.01010</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>282.092 Mak m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_TESIS_baru.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>18</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-20 09:26:37</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>