<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1798">
 <titleInfo>
  <title>Hamba yang Tidak Berbelas Kasih (Eksegese dan Refleksi Teologis atas Matius 18:</title>
  <subTitle>21-35)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Prof. Dr. Berthold Anton Pareira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>3. Prof. Dr. H. Pidyarto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Ignasius Budiono, Lic. S.S</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Simbolon, Kardiaman Caverius</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>x + 137hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Manusia adalah mahkluk yang rapuh. Mudah sakit hati dan terluka. Hidup bersama dengan orang lain seringkali mendatangkan luka batin atau sakit hati yang begitu mendalam. Tak jarang pengalaman tersakiti disimpan dalam hati dan terkubur begitu lama hingga menimbulkan dendam. Situasi demikian membuat manusia kehilangan kesempatan mengalami kebahagiaan dan tak mampu membangun Kerajaan Allah di dunia. Semua itu terjadi melulu karena banyak orang tidak belajar mengampuni mulai dari hal yang paling sederhana. Mengampuni tujuh puluh kali tujuh kali merupakan cara yang ditawarkan Yesus untuk memulihkan kehidupan manusia. Ketika Yesus mengajarkan bahwa para pengikut-Nya harus mengampuni sesamanya, itu karena Dia telah mengampuni manusiaapapun kesalahan dan dosanya. Maka agar pengampunan yang diberikan Bapa mampu memulihkan, membangun dan memperbaiki apa yang rusak akibat luka, sakit hati dan dendam; orang-orang beriman harus berjuang mewujudkan pengampunan di dunia. Alasan paling mendasar mengapa manusia harus mengampuni sesamanya adalah karena telah menerima anugerah pengampunan dari Allah berkat Yesus Kristus. Yesus telah menunjukkan pengampunan-Nya bukan hanya dengan ajaran tetapi terlebih melalui perbuatan-Nya yang datang untuk memanggil orang berdosa, hingga akhirnya rela disalibkan sebagai tebusan bagi banyak dosa. Pengampunan kepada sesama sesungguhnya mengalir dari pengampunan yang diterima dari Allah. Demikian pula sebaliknya, pengampunan kepada sesama menjadi prasyarat untuk mengalami pengampunan Allah. Oleh karena itu, Allah dapat mengambil kembali anugerah belaskasih dan pengampunan itu jika para pengikut-Nya tidak berupaya membagikan dan mewujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari apa yang diterimanya dari Allah. Penulisan tesis ini bukan sekedar memberi pengetahuan kognitif, melainkan hendak menggugah semua orang untuk mengerti betapa pentingnya tugas mengampuni itu dalam penghayatan hidup beriman. Topik yang dibahas dalam tesis ini diharapkan menggerakkan hati dan memberi keteguhan untuk mewujudkan apa yang diwartakan oleh penginjil dalam hidup kita setiap hari.</note>
 <subject authority="">
  <topic>Alkitab-PB-Matius</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>TESIS 2015</topic>
 </subject>
 <classification>226.207</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>226.207 SIM h</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">13.01012</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>226.207 Sim h</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_TESIS_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1798</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>