<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17863">
 <titleInfo>
  <title>Konsep Lonto Leok dalam Masyarakat Lenteng Manggarai dalam Terang Pemikiran Ferdinand De Saussure</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Pius Pandor, Lic.Phil.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jaya, Ovantus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiii + 81hlm: 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Berbicara mengenai kebudayaan tentu tak terlepas dari kehidupan manusia.&#13;
Kebudayaan dan semua produknya merupakan hasil dari proses kehidupan manusia.&#13;
Setiap masyarakat dan bangsa di dunia ini memiliki kebudayaan, walaupun dengan&#13;
bentuk dan corak yang berbeda-beda. Di Indonesia sejarah perkembangan&#13;
kebudayaan lokal berjalan seiring dengan sejarah peradaban. Sejak terbentuknya&#13;
negara bangsa pada masa kemerdekaan terjadilah transformasi masyarakat&#13;
Indonesia di berbagai bidang. Misalnya, dalam bidang politik, ekonomi, dan juga&#13;
dalam bidang sosial. Dalam bidang politik, bangsa Indonesia telah merdeka dan&#13;
melepaskan diri dari kekuasaan politik kolonial. Dalam bidang ekonomi, Indonesia&#13;
terlepas dari dominasi sistem ekonomi kolonial. Dalam bidang sosial tampak&#13;
terjadinya proses integrasi sosial Indonesia, di mana struktur sosial masyarakat&#13;
feodal dan masyarakat kolonial runtuh. Perubahan-perubahan ini semua merupakan&#13;
hasil transformasi budaya dalam arti yang luas. Di Manggarai, Flores, NTT,&#13;
terdapat banyak kearifan lokal merepresentasikan realitas kehidupan masyarakat&#13;
Manggarai. Salah satu kearifan lokal yang terkenal adalah Lonto léok. Lonto léok&#13;
merupakan salah satu kearifan lokal (local wisdom) guyup tutur yang dapat&#13;
dijadikan rujukan andalan dalam menampilkan identitasnya pada masyarakat&#13;
multietnik sekarang ini. Secara literal lonto léok dapat diartikan sebagai duduk&#13;
melingkar namun dalam tatanan kehidupan bermasyarakat secara keseluruhan, lonto&#13;
léok dapat dipahami sebagai “demokrasi lokal” yang mengatur tata kehidupan orang&#13;
Manggarai seperti pemeliharaan perdamaian dan keamanan, penegakan hukum dan&#13;
adat, kesatuan dan persatuan, pemeliharaan kesusilaan dan sopan santun,&#13;
pembagian tanah (lingko),pemeliharaan lingkungan hidup, partisipasi dalam&#13;
upacara adat, dan sebagainya.. Ferdinand de Sausure yang merupakan seorang filsuf&#13;
semiotika menggagas teori semiotikanya menjadi tiga, yaitu: signifier, signified,&#13;
dan referent. Lalu bagaimana hubungannya dengan konsep Lonto Leok orang&#13;
Manggarai? Gagasan tentang signifier, de Saussure memperlihatkan sebuah konsep&#13;
lambang atau bunyi, lonto leok. Lonto leok menekankan kesimetris atau kesetaraan&#13;
dalam berelasi antara saya dengan liyan. Gagasan tentang Signified, bagi de&#13;
Saussure, “merupakan sebuah konsensus” pemaknaan atau membahasakan simbol.&#13;
Dalam hubungannya dengan proses pencapaian pemahaman, bahasa yang&#13;
argumentatif, yakni kejujuran (sincerity), kebenaran(truth), ketepatan (rightness),&#13;
dan kejelasan. Gagasan mengenai referent lonto leok. Musyawarah adalah suatu&#13;
unsur sosial yang ada dalam banyak masyarakat pedesaan di dunia ini, dan juga di&#13;
Indonesia. Dalam lonto leok mengandung intisari, keputusan yang diambil dalam&#13;
rapat tidak berdasarkan suatu mayoritas yang menganut suatu pendirian, melainkan&#13;
oleh seluruh rapat, seolah-olah sebagai suatu badan.&#13;
KATA KUNCI: Lonto Leok, Semiotika, Signifier, Signified, Referent.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kebudayaan Flores</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2021</topic>
 </subject>
 <classification>959.86</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>959.86 Jay k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">17.079</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>959.86 Jay k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>17863</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-08-03 08:55:19</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-08-03 09:15:59</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>