<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1785">
 <titleInfo>
  <title>Memahami Ritual Tung Piong Masyarakat Sikka dalam Terang Lumen Gentium Artikel 49-50</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Antonius Denny Firmanto, M.Pd.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="Pembimbing">
  <namePart>1. Fransiskus Hardjosetiko, MA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Toring, Yohanes Febi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi + 104hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Manusia adalah makhluk yang memiliki naluri alam dan naluri budaya. Manusia dapat mengubah sejarah alam menjadi sejarah kebudayaan. Dari alam sekitarnya manusia melakukan sebuah pencarian akan adanya Pencipta. Dalam kehidupan budaya, manusia menemukan berbagai cara untuk tetap bertahan hidup baik dalam dunia fisik maupun dalam dunia simbolik seperti: bahasa, mitos, seni, agama, dan lain-lain. Budaya melahirkan kesadaran dalam diri manusia akan keberadaan yang lain disekitarnya, juga keberadaan Sang Pencipta. Dalam dan melalui budayalah manusia dapat menemukan Allah. Iman lahir dan hidup dari budaya. Budaya membawa manusia pada penghayatan iman yang mendalam. Keberagaman budaya dalam masyarakat tentu tidak membedakan keyakinan iman akan adanya Allah Yang Esa. Setiap budaya manapun mengakui akan Allah Yang Esa. Dalam budaya terkandung nilai-nilai ilahi yang menjadi pencarian dari manusia, serta nilai-nilai Injili yang dapat menghantar manusia pada keselamatan. Perkembangan dunia yang semakin maju membawa perubahan dalam budaya. Kekayaan rohani tradisional seakan hilang perlahan-lahan termakan oleh perkembangan dunia elektronik yang semakin canggih. Oleh sebab itu, Gereja harus berusaha untuk tetap menjaga dan memurnikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap kebudayaan dalam terang Injil. Karena iman lahir dan mengakar dalam budaya. Oleh sebab itu, perkembangan budaya-budaya baru jangan sampai mengaburkan nilai-nilai rohani yang terkandung dalam budaya-budaya lokal.</note>
 <subject authority="">
  <topic>Gereja</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>kristiani dan budaya</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2016</topic>
 </subject>
 <classification>261.21</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>261.21 TOR m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">12.021</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>261.21 TOR m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1785</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>