<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17796">
 <titleInfo>
  <title>Perkawinan dan Perceraian (Analisis-tafsir-refleksi teologis atas Mat.19:</title>
  <subTitle>1-12)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Supriyono Venantius, Lic.SS.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Yustinus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Oktavian, Agustinus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>x + 135hlm: 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Skripsi ini membahas tentang tema perkawinan dan perceraian. Skripsi ini adalah tinjauan biblis atas Mat 19:1-12. Dalam menyelesaikan skripsi ini penulis menggunakan metode eksegese. Langkah dari metode eksegese ini terdiri dari analisis-analisis yang membantu penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. Langkah-langkah tersebut ialah, analisis konteks, analisis literer dan analisis cerita. Setelah analisis-analisis ini, penulis melanjutkan dengan tafsir, refleksi teologis dan relevansi Mat 19:1-12. Dalam analisis struktur penulis menemukan bahwa perceraian adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan karena bertentangan dengan karya penciptaan Allah. Meskipun ada surat cerai tapi hal itu tidak bisa dibenarkan untuk bercerai dengan berbagai alasan. Allah adalah Allah yang setia dan Allah menuntut manusia untuk setia juga lewat perkawinan. Selain itu perkawinan dalam agama Katolik sendiri adalah perkawinan yang tidak terceraikan. Teologi dalam Mat 19:1-12 adalah solusi dalam menanggapi persoalan perceraian ini. Perikop ini menunjukkan bahwa Yesus tidak menghendaki adanya perceraian. Alasan untuk bercerai hanya bisa dilakukan jika adanya perzinahan yang dilakukan oleh salah satu pasangan. Tentu saja persoalan zinah ini harus dilihat dari sudut moral dan teologi supaya alasan zinah tidak digunakan sembarangan. Setiap anggota Gereja harus memahami akan pentingnya keutuhan perkawinan, karena menggambarkan kesetiaan Allah sendiri kepada manusia.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Alkitab-PB-Matius</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>perkawinan Kristen</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2021</topic>
 </subject>
 <classification>226.207</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>226.207 Okt p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">17.068</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>17796</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-07-28 10:27:24</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-08-03 08:29:11</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>