<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17778">
 <titleInfo>
  <title>Keadilan Ekologi Antargenerasi (Suatu refleksi kritis teologis dalam terang Laudato Si artikel 159-162)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Yustinus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Yohanes I Wayan Marianta</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Simatupang, Edwind Satri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>xi + 98hlm; 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Skripsi ini membahas keadilan ekologi antargenerasi dalam terang ensiklik Laudato Si artikel 159-162 dan memberikan refleksi kritis-teologis. Penulisan skripsi menggunakan metode studi kepustakaan. Menurut Paus Fransiskus dalam ensiklik Laudato Si, bumi adalah rumah bersama bagi makhluk hidup. Bumi sebagai rumah bersama harus dipelihara, dijaga, dan dirawat. Pada zaman ini, bumi sedang mengalami kerusakan di Indonesia. Krisis kerusakan ekologis di Indonesia antara lain: perubahan iklim, pencemaran air, tanah, dan udara, persoalan sampah, kerusakan hutan akibat kegiatan pertambangan dan persoalan perkebunan yang tidak berwawasan lingkungan. Akar kerusakan lingkungan antara lain pandangan dan perilaku antroposentris yang tidak bertanggung jawab dalam kegiatan ekonomis, peningkatan populasi penduduk, tata kelola pemerintahan yang kurang baik. perusakan lingkungan merupakan sebuah bentuk ketidakadilan karena berdampak buruk terhadap kaum miskin, lemah, perempuan dan anak-anak. Kerusakan lingkungan juga mewariskan masalah, bahkan bom waktu, bagi generasi mendatang. Ensiklik Laudato Si memberikan konsep dan aksi untuk menyelamatkan bumi, antara lain dengan menawarkan konsep: (1) keadilan ekologi, (2) etika tanggung jawab, dan (3) pembangunan berkelanjutan. Penulis melihat bahwa ajakan Paus Fransiskus dalam ensikliknya perlu dibumikan dalam konteks krisis ekologis di Indonesia. Penulis menawarkan perlunya mengembangkan dialog, membangun solidaritas, membangun tanggung jawab, menggali nilai-nilai ekologi melalui masyarakat adat, membangun keluarga berwawasan ekologis, dan menanamkan pemahaman tentang etika dan budaya. Dengan demikian, laju kerusakan lingkungan di Indonesia dapat dikurangi atau bahkan dihentikan.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>etika lingkungan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2021</topic>
 </subject>
 <classification>179.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>179.1 Sim k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">17.025</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>179.1 Sim k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>17778</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-07-09 12:24:48</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-07-21 11:14:20</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>