<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17750">
 <titleInfo>
  <title>Kebahagiaan:</title>
  <subTitle>Paradoks dalam Sejarah Manusia [Buku: Di Mana Letak Kebahagiaan?]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kristiyanto, A. Eddy</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tinambunan, Edison R.L. (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Editor</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Bala, Kristoforus (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Editor</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>vi + 197-211hlm; 15x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Filsafat Teologi Widya Sasana Vol.24 No.Seri 23, 2014</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Pembicaraan mengenai kebahagiaan (dan demikian juga mengenai penderitaan) sebagai pengalaman insani merupakan hal yang sangat lumrah. Kelumrahan itu bisa jadi disebabkan oleh kedekatan, bahkan kesatuannya yang tak terceraikan dengan hidup sehari-hari manusia. Namun tak mudah menetapkan dengan serba pasti apa yang merupakan tanda-tanda dan ukurannya yang kasatmata. Sepertinya segala sesuatunya serba relatif dan bersifat subyektif. Mengapa? Sebab 'tingkat' kepuasan yang dialami oleh seseorang tidak merupakan jaminan bahwa yang lain akan mengalami kepuasan yang sama, jika mengalami hal yang sama. Mengingat metode kajian ini bersifat historis, maka uraian berikut ini pada tempat terutama mengemukakan cara kerja (metode) historis. Maksudnya, agar kajian ini memiliki dasar yang kokoh, yang tidak dibangun berdasarkan spekulasi pemikiran manusia atau diturunkan dari ajaran yang diwahyukan. Kemudian akan diutarakan beberapa contoh kebahagiaan (positif dalam bentuk negatif) yang menjadi jiwa paparan ini. Atas pertimbanan bahwa cakupan kurun waktu historis itu sangat luas, sementara kajian terdahulu tentang pokok ini dari perspektif historis merupakan sesuatu yang amat langka, maka saya 'terpaksa' melakukan seleksi, sebagaimana kebahagiaan itu sendiri merupakan sebuah pilihan.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>Filsafat</topic>
</subject>
<subject authority="">
 <topic>Teologi</topic>
</subject>
<classification>230</classification>
<identifier type="isbn">ISSN14119005</identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
 <shelfLocator>230 Tin d</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">18363-J</numerationAndChronology>
   <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
   <shelfLocator>230 Tin d</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>Dimana_letak_kebahagiaan.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>17750</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-24 08:30:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-26 09:24:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>