<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17700">
 <titleInfo>
  <title>Buah Simalakama Pelaksanaan HAM Perburuhan:</title>
  <subTitle>Memihak atau Mengkhianati? [Buku: HAM Telaah Filosofis Teologis]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Suparno, Ignatius</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Riyanto, F.X. Eko Armada (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Editor</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2001</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>iv + 108-126hlm; 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Filsafat Teologi Widya Sasana; Vol.10 No.Seri 9, 2001</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Kompleksitas permasalahan buruh adalah masalah struktural sistematis. Penggalian masalah perburuhan perlu menelusuri titik-titik simpul sejarah perburuhan, mengurai hukum-hukum yang berlaku, mencermati perilaku pelaku hukum perburuhan, dan mewaspadai berbagai kepentingan (pemodal, pemerintah, kepentingan negara atau lembaga donor) pada era perdagangan bebas ini. Dengan sendirinya pemahaman dan penangan masalah perburuhan memerlukan empati, kesungguhan dan waktu yang cukup. Hal-hal tersebut kami tandaskan di awal agar pembaca tak mencari-cari tanda lahiriah yang memelas (perlu dibelaskasihani) dalam penampilan buruh. Hasrat mencari tanda-tanda fisik lahiriah justru bisa mementahkan minat dan menampik keprihatinan pada kehidupan buruh. Hal itu sangat mungkin terjadi karena meski tidur seperti pindang, makan dua kali sehari dengan sayur asal asin, tanpa tabungan untuk masa depan, mereka toh akan tetap tampil dengan baju seragam yang bersih dan diandaikan memiliki upah tetap. Akhirnya bisa diduga, orang tidak sampai pada keprihatinan pada buruh, dan berkata; 'orang punya kerjaan, dan gaji rutin, berpakaian bersih kok dikasihani'.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>hak asasi</topic>
</subject>
<classification>323</classification>
<identifier type="isbn">ISSN14119005</identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
 <shelfLocator>323 Riy h</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">10660-K</numerationAndChronology>
   <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
   <shelfLocator>323 Riy h</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>HAM_telaah_filosofis_teologis.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>17700</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-20 08:57:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-26 09:29:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>